Narapidana Tak Akui 'Nyuruh' Penyelundupan

dens
Tiga WNI dan seorang warga Negara Nigeria saat ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Senin, 1 Maret 2010 | 15:54 WIB
TANGERANGNEWS- Macit Engin, 30, tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda Tangerang dalam kasus penyelundupan ekstasi yang diduga mengendalikan penyelundupan sabu seberat 1.450 gram atau senilai Rp2,250 miliar di Bandara Soekarno Hatta, berkelit ketika diinterogasi mengenai masalah tersebut oleh pihak LP.
Kepala LP Pemuda Tangerang Kunto Wiryanto mengatakan, menurut pengakuannya kepada petugas, Macit tidak mengenal tiga warga Negara Indonesia yakni Rika Pandita Yusniarti, Ali dan Idham yang ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta atas aksi penyelundupan Sabu, pada Sabtu (27/2) kemarin.
“Kita sudah menanyakan hal itu padanya. Dia mengaku tidak melakukan itu karena dia sendiri tidak memiliki punya alat komunikasi sama sekali,” ungkapnya ketika di konfirmasi wartawan, Minggu (28/2).
Macit yang berkewarga negaraan Belanda ini telah ditangkap Petugas Bea Cukai pada Maret 2009 lalu dalam kasus penyelundupan 19.950 pil ekstasi. Dia divonis Pengadilan Negeri Tangerang hukuman 1 Tahun Penjara.
Kunto menjelaskan, pihaknya memang telah melakukan pemeriksaan terhadap Macit setelah adanya berita keterkaitan dirinya dalam upaya penyelundupan Sabu. Namun memang tidak ditemukan adanya HP yang memungkinkannya melakukan komunukasi di ruang tahanannya. “Kita sudah periksa dan tidak ada,” tambahnya.
Sementara terkait pengawasan, Kunto mengungkapkan hal itu terus dlakukan pihaknya dengan melakukan razia di setiap ruang tahanan setiap 2 kali dalam seminggu.
Namun, Kunto sendiri mengaku menyayangkan adanya pemberitaan mengenai tahanan LP yang mengendalikan penyelundupan Sabu tersebut. Seharusnya, kata dia, pihak Bea Cukai melakukan koordinasi dengannya kalau memang benar ada salah satu tahanan yang terlibat. “Seharusnya mereka koordinasi dengan kita. Kita sendiri tidak tahu kalau ada tahanan yang terlibat,” paparnya.(rangga)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang
