Tiga Pesawat Dibajak 'Teroris' di Bandara

dens
Pembajakan pesawat oleh teroris.
Minggu, 14 Maret 2010 | 15:59 WIB
TANGERANGNEWS-Tiga pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibajak oleh sekelompok teroris. Tidak hanya itu, satu terminal pun diledakan oleh aksi serangan teroris. Itu semua terungkap dalam drama skenario latihan penanggulangan gawat darurat di bandara tersebut yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II , Administator Bandara, TNI dan Polri.
Peristiwa ini diawali dengan diterimanya berita tentang dikuasainya tiga pesawat udara yang direncanakan akan menyerang Istana Presiden. Namun, penyerangan tersebut dapat digagalkan oleh pesawat tempur TNI AU dengan mencegat dan memaksa turun ketiga pesawat itu agar mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tampak dalam latihan itu, begitu ada peristiwa pembajakan petugas pengendali lalu lintas udara (air traffic controller) yang menerima laporan dari ketiga kapten pilot pesawat yang dibajak itu, langsung menginformasikanya kepada pejabat dan unit fungsional terkait dalam penanggulangan gawat darurat.
Salah seorang pembajak lalu meminta kepada pejabat di bandara untuk memenuhi tuntutannya, yakni melepaskan temannya yang ditahan oleh petugas hukum di Indonesia.”Jika tidak dipenuhi, kami akan meledakan ketiga pesawat,” ancam salah satu pembajak yang bernama Umar.
Kapala Cabang Bandara Soekarno-Hatta Hariyanto lalu menghubungi Kepala Administrator Bandara Edward Silooy melakukan negosiasi dengan teroris melalui radio pesawat.
Selama bernegosiasi itu, teroris menembak salah satu penumpang. Dalam waktu yang bersamaan, petugas dari tim Den 81, Den Bravo dan Densus 88 merangsek masuk ke masing-masing pesawat itu. Dan petugas berhasil menembak mati lima teroris dan menangkap lainnya.
Sesaat setelah itu, sebuah terminal meledak. Kemudian petugas pemadam kebakaran dari PT Angkasa Pura II, Kota Tangerang dan Jakarta Barat langsung datang ke lokasi. “Latihan penanggulangan gawat darurat ini untuk menguji kesiapan petugas,” ujar Kepala Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tahun ini, kata dia, memang dibuat beda, seperti sungguhan dan hasil dari latihan ini akan kami nilai sisi mana saja yang masih kurang. Dalam latihan itu, runway sebelah utara terpaksa ditutup selama satu jam.
Sementara itu, Kapolri Bambang Hendarso Danuri yang menyaksikan langsung ini menyatakan, latihan gabungan ini sudah bagus. Dan dirinya mengaku, latihan ini memang harus dilakukan berulangkali.”Ini memang harus dilakukan berulang kali, minimal setahun dua kali,” ujarnya. (rangga/dira)
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang



