tangerang news
Karnadi
PDAM banner
LDII: Perubahan Kiblat, Tak Perlu Bongkar Masjid
dira
Masjid
Minggu, 18 Juli 2010 | 06:19 WIB
 
TANGERANGNEWS-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi DKI Jakarta menyatakan,  sudah mengetahui adanya perubahan arah kiblat sejak lama, sebelum keluarnya fatwa Majelis Ulam Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu sehingga sudah ada beberapa masjid LDII yang dibangun mengarah ke Barat Laut.
 
"Sebelum keluarnya fatwa MUI, kita sudah mengetahui hal tersebut dengan menggunakan google earth, sehingga ada beberapa masjid yang dibangun agak miring arahnya," kata Ketua DPP LDII DKI Jakarta,  Teddy Suratmadji di Wisma LDII Patal Senayan Jakarta selatan, hari ini. 
Menurut Teddy, LDII tidak memberikan seruan khusus kepada para jemaahnya terkait perubahan arah kiblat tersebut. "Arah kiblat hanya tergantung niat saja dalam beribadah. Kami tidak ada seruan khusus untuk jamaah LDII mengenai hal tersebut, karena kiblat hanya sebagai arah saja, kita juga memahami keterbatasan kita, dan kita yakin hal tesebut akan dimaklumi Allah swt," cetusnya.
 
Ia berpendapat, arah kiblat hanya merupakan permasalahan geografis saja, sehingga tidak perlu ada pembangunan masjid baru, hanya tinggal memiringkan saja barisan di masjid.
Sehingga tidak perlu ada pembongkaran masjid. Untuk ibadah kita pun tetap sah hanya tegantung niat dan tujuan kita saja," pungkasnya.
 
Sebelumnya, MUI Pusat mengimbau para pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk menera ulang arah kiblat mulai Rabu-Sabtu, 14-18 Juli pukul 16.27 WIB
"Daerah mana pun yang mampu menerima sinar Matahari pada jam itu, kita bisa sederhana menera arah kiblat. Arah lawan bayangan itulah arah kiblat berada, karena jam itu posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah," kata Sekretaris MUI Pusat Asrorun Niam (dira)

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang