tangerang news
zul
pMI
2 WN Iran Ditangkap di Bandara Telan Sabu 125 Butir Rp1,5 Miliar
dira
Sabu dalam kemasan kapsul ditela dua orang WN Iran, Dua orang WN Iran pembuka awal tahun 2011 dalam transaksi narkotika di Bandara tersebut adalah Yaser A ,29 dan Ghader B 34.
Senin, 10 Januari 2011 | 09:08 WIB
 
 
TANGERANGNEWS-Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Hatta) di Cengkareng, Tangerang, Banten membuka awal tahun ini dengan keberhasilan penugkapan penyelundupan. Dua orang WN Iran pembuka awal tahun 2011 dalam transaksi narkotika di Bandara tersebut adalah Yaser A ,29, dan Ghader B ,34.
 
 
Kedua penumpang Malaysia Airlines (MH-723) Kuala Lumpur-Jakarta ini  melakukan penyelundupan dengan modus menyimpan sabu dalam kemasan kapsul yang ditelan dalam perut (swallowed) pada Jum'at (07/01/2011) lalu sekitar  sekira pukul 18.00 WIB.
 
Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengatakan,  Yaser A  menelan 64 butir kapsul dngan berat brutto sekira 552 gram dan  Ghader menelan 61 butir kapsul dngan berat 451 gram, sehingga totalnya 125 butir kapsul dengan berat 1.003 gram sabu dngan nilai sekira 1,5 miliar rupiah..
 
“Ini merupakan kasus pertama di awal tahun 2011 dan modus yang paling sulit di tahun 2010 tidak ditemukan..kasus yang sama ditemukan pada  akhir 2009 dengan pelaku WN Iran juga,” ujarnya Senin (10/01/2011).
 
Ghader yang mengaku sebagai petani dan Yaser yang mengaku sebagai buruh bangunan itu mengaku jika berhasil akan diberikan upah sebesar 2.000 U$D. “Meski profesinya seperti itu, tampilan mereka dibuat seperti aktor. ‎Mereka juga dibekali tiket plus uang saku sebesar U$D 400 , bahkan  tiket menginap disebuah hotel di Jakarta,” terangnya.
.
Kasus ini rencananya akan dirilis pada Senain (10/01/2011) sekitar pukul 10.30 WIB hari ini di kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. (dira derby)
 

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang