Kamis, 23 Oktober 2014

 
 
Rabu, 11 Mei 2011 18:35 WIB
Dibaca : 745138
 

Disnaker Tangerang Sidik PT Cussons Indonesia

Buruh PT Cussons Indonesia demo di kantor Dinas Tenagakerja Kota Tangerang. tangerangnews / dira
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A

TANGERANG-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tangerang, akan melakukan penyelidikan terhadap PT Cussons Indonesia. Hal itu terkait desakan ratusan buruh perusahaan tersebut yang tidak terima 41 rekannya diberi SP3 gara-gara cuti satu hari.

"Dinas berjanji Rabu pekan depan akan melakukan penyelidikan ke perusahaan. Jika terbukti bersalah kami ingin diproses hukum," ucap Sasmita, koordinator buruh PT Cussons Indonesia, kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Disnaker Tangerang, Rabu (11/5).

Sebelumnya ratusan buruh perusahaan yang memproduksi perlengkapan bayi itu menggelar aksi demo di kantor Disnaker Tangerang. Setelah berdemo beberapa menit, sejumlah perwakilan buruh diterima pihak Disnaker Tangerang.

Menurut Sasmita, sebenarnya buruh ingin berdamai, tapi pihak manajemen memulai konflik. "Ini semua gara-gara manajemen yang menuntut dulu. Jika mereka menuntut, kami juga akan menuntut. Jika mereka mau damai, kami juga damai," ucapnya yang diamini rekan-rekannya.

Konflik bermula dari surat SP3 yang dikeluarkan pihak manajemen kepada 41 oranf buruh yang cuti selama satu hari pada 31 Desember 2010 lalu. Menurut Sasmita, cuti adalah hak setiap pekerja, sehingga tidak sepantasnya masalah cuti justru dipersoalkan ke meja hijau. "Coba bayangkan di mana logikanya, gara-gara cuti jadi disidang di PN Serang 12 Mei mendatang," ujar Sasmita.

Hal tersebut kata Sasmita sudah dipertanyakan kepada pihak manajemen, namun manajemen tetap bersikukuh memberi sanksi kepada 41 orang buruhnya itu yang dianggap bolos kerja. Karena itu ratusan buruh PT Cussons Indonesia menjadi marah.

"Kami minta Disnaker menyelidiki berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Tidak saja soal SP3 ini, tapi juga soal PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang diterapkan, soal outsourcing, hingga yang lain. Karena banyak yang dilanggar. Masak ada rekan yang kerja 10 tahun, tapi masih berstatus PKWT," tutur Sasmita.

Sementara itu, pihak Disnaker Tangerang menyatakan persetujuannya atas rencana penyelidikan Rabu depan. "Pekan depan kami akan datang ke perusahaan itu, untuk mencari tahu ad apa sebenarnya yang terjadi sehingga manajemen konflik dengan buruh," ucap Apriadi Agung, Kasie Dinas Tenagakerja Kota Tangerang.

Menurut Apriadi, sesuai peraturan yang ada, namanya cuti adalah hak pekerja yang tidak boleh dihapuskan atau diabaikan perusahaan. "Ini yang ingin kami selidiki, bagaimana sebenarnya sistem cuti yang diterapkan perusahaan itu. Untuk masalah lain, akan kami selidiki juga," ucapnya.(DRA)

 
 
Selasa, 7 Oktober 2014 10:44 WIB
Ditolak Wali Kota, Pintu M1 Belum Ditutup Permanen
 
 
Minggu, 28 September 2014 19:06 WIB
Airin Disarankan Tetap Bersama Benyamin
 
 
Selasa, 23 September 2014 19:06 WIB
Bantuan Rp100 M Ditolak DPRD DKI, Wali Kota Tangerang Nyerah
 
 
 
Kamis, 23 Oktober 2014 13:11 WIB
Lima Kontrakan Ludes Terbakar
 
 
Rabu, 22 Oktober 2014 20:22 WIB
43.768 Warga Tangsel Belum e-KTP