Connect With Us

Oktoberfest 2011 di SMS, Pertemukan Warga Jerman

| Minggu, 30 Oktober 2011 | 16:37

Oktoberfest 2011. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Ada yang berbeda malam itu di Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap dua, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Tepatnya di panggung Broadway, sisi pintu selatan SMS. Di sana tampak perbedaan itu terlihat dengan maraknya warga Negara asing yang tertawa lepas berkumpul bersama dengan meminum bir dan makan hotdog.

Belakangan diketahui, pengelola SMS rupanya sedang menggelar perayaan Oktoberfest 2011, Oktoberfest merupakan tradisi pesta rakyat tahunan kebudayaan khas bangsa Jerman dalam merayakan pesta hasil panen.

Oktoberfest adalah festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di Munchen, Bayern, Jerman pada akhir September dan awal Oktober . Festival ini merupakan salah satu acara paling terkenal di kota Muenchen dan juga merupakan festival terbesar di dunia dengan sekitar enam juta pengunjung setiap tahunnya.

Kota-kota lain di dunia juga mengadakan festival-festival dengan menggunakan festival di München ini sebagai model, bahkan menggunakan juga nama Oktoberfest.
Di SMS, perayaan ini tidak jauh berbeda, setiap tahun SMS mengadakannya pada setiap bulan Oktober. “Perbedaan tahun ini dengan tahun sebelumnya, kali ini Oktoberfest bertepatan dengan acara opening SMS tahap dua,” ujar Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Soegiyanto Nagaria, Sabtu (29/10).

Oktoberfest ini digelar pada 28 dan 29 Oktober 2011. Selama dua hari itu pengunjung merasakan seperti benar-benar merayakan Oktoberfest di Negeri asalnya Jerman. Selain pengunjung lokal banyak pula para ekspatriat khususnya warga Jerman yang menetap di wilayah Serpong dan sekitarnya.

Selain dapat menikmati Bir dan Hotdog sepuasnya yang merupakan ciri khas dari perayaan Oktoberfest, para pengunjung tampak terhibur dengan berbagai acara khas Jerman seperti penampilan music dan penampilan tarian tradisional Bavarian yang sangat internaktif yang dibawakan oleh Children German Folk Dances yang merupakan para pelajar dari DIS (Deutshce Internationale Schule) dan Swiss German University (SGU).

“Ini merupakan ke lima kalinya kami menggelar Oktoberfest sejak SMS ini dibangun. Respons baik selalu kami terima dari penyelenggaraan Oktoberfest. Sebab, tidak sedikit para ekspatriat yang dipertemukan tanpa sengaja di acara ini,” katanya.

Selain ekspatriat sejumlah warga lokal dan mahasiswa hadir di sana. Salah satunya adalah seorang mahasiswi SGU fakultas Information Technology, Michele. Dia datang bersama empat orang temannya yang berasal dari perguruan tinggi yang sama.

“Asik banget, apalagi kami semester depan akan berada di Jerman untuk magang. Ya hitung-hitung mulai belajar,” ujar Michele yang malam itu mengenakan baju layaknya wanita Jerman, dengan baju terusan dan ada clemek di bagian depannya. Positifnya acara tersebut, menurut Michele para mahasiswa yang berasal dari seluruh jurusan dan perguruan tinggi yang berbeda juga turut hadir. Menurutnya ini akan membuat dirinya terus mengembangkan kemampuan diri dengan saling bertukar pengalaman. (DRA)


BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Tak Harus Negeri, Ini Daftar 142 Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

Tak Harus Negeri, Ini Daftar 142 Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

Selasa, 9 Juni 2026 | 05:37

Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

SPORT
Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Senin, 8 Juni 2026 | 17:38

Persija Jakarta menyiapkan anggaran besar mencapai Rp545 miliar untuk mendukung proyek pembangunan tim bersama pelatih anyar Shin Tae-yong menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill