Minggu, 31 Agustus 2014

 
 
Selasa, 6 Desember 2011 19:50 WIB
Dibaca : 67474
 

Sertifikat Warga Digadai, Lurah di Tangsel Divonis 10 Bulan

Kejaksaan Negeri Tangerang tangerangnews / dens
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
TANGERANG-Lurah Kedaung, Pamulang. Kota Tangsel bernama Amir Ramli divonis  bersalah 10 bulan penjara karena diduga menggelapkan sertifikat tanah seluas 3.020 meter persegi milik 27 Kepala  Keluarga (KK) di Kampung Bulak Wangi RT 02/RW 013, di Kedaung, Pamulang.

Amir disangka telah menggadaikan sertifikat warga ke Bank Tabungan Negara (BTN) Tangerang. Sidang yang diketuai oleh Puji Tri Rahadi  akhirnya wajib menyerahkan sertifikat warga tersebut.

“Melalui bukti-bukti dan saksi-saksi dalam sidang selama ini. Hakim memutuskan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan penggelapan sertifikat tanah. Karena itu pembelaan atau pledoi terdakwa ditolak oleh,” terang Puji di Pengadilan Ngeri (PN) Tangerang, Selasa (6/12).
 
Lurah Amir Ramli melalui Nomor Perkara 10075/PP 2011 tersebut divonis melanggar pasal 372 KUHP yaitu terbukti melakukan tindak pidana penggelapan sertifikat warga. Dan karena itu berkewajiban menyerahkan sertifikat warga tersebut.
Amir pun  menerima putusan majelis tersebut.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa sebelumnya, yakni selama 10 bulan pejara. Sertifikat tanah itu senilai Rp 1,5 miliar yang diagunkan di BTN pada 14 Agustus 2009 dan jatuh tempo pembayarannya pada 14 Agustus 2011 lalu. “Tapi, karena dalam proses hukum, maka sertifikat tersebut tetap dalam pengawasan hukum. Sehingga tidak ke mana-mana,” kata Jaksa Milla. (SUM)

 
 
Selasa, 26 Agustus 2014 22:13 WIB
Pemkot Tangsel Bakal Mutasi Besar-besaran
 
 
Kamis, 21 Agustus 2014 18:26 WIB
Terima Uang Rp125 Juta, Komeng Dilaporkan Polisi
 
 
Minggu, 17 Agustus 2014 12:24 WIB
PT Angkasa Pura II Gelar Flash Mob di Soekarno-Hatta
 
 
 
Minggu, 31 Agustus 2014 16:26 WIB
Akan ada Jalur Khusus Bus ‘Rute Blok M- Ciledug’
 
Minggu, 31 Agustus 2014 15:59 WIB
Kota Tangerang siapkan Jalan Berbayar Seperti DKI
 
Minggu, 31 Agustus 2014 15:38 WIB
DPP PDIP Diam-diam Ikuti Kasus Komeng dan Herdi
 
 
Minggu, 31 Agustus 2014 14:20 WIB
DKI Jakarta Terapkan Jalan Berbayar