Minggu, 21 September 2014

 
 
Senin, 15 April 2013 19:10 WIB
Dibaca : 979
 

Suratno Ingin Jadi Wakilnya Syukur

Anggota Komsisi I DPRD Kota Tangerang Suratno Abubakar /
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
TANGERANG-Suratno Abu Bakar, seorang anggota DPRD Kota Tangerang yang juga bakal calon wali kota/ wakil wali Kota Tangerang dari Partai Amanat Nasional (PAN) ingin menjadi wakil wali kota dari Abdul Syukur.

Alasannya, hal itu sesuai dengan koalisi rakyat yang dirintisnya bersama partai yang diketuai Abdul Syukur, yakni Golkar. Koalisi kerakyatan memang sempat diumbar PAN, Golkar, PDIP dan PKS. Namun, belakangan koalisi ini seperti bubar, karena tak ada tindak lanjutnya lagi.
 
“Walau diisukan Koalisi Kerakyatan telah bubar, namun PAN tetap konsisten ada di koalisi itu bersama dengan Partai Golkar,” ungkap Chaerul Ritonga, Ketua Tim 7 DPD PAN Kota Tangerang, Senin (15/4).
 
 
Dia mengakui, koalisi itu dilakukan agar partai-partai tersebut bisa mencapai kuota. PAN menyadari koalisi sangat perlu karena PAN mengukur diri.
 
“Kami harapkan balon dari Golkar seperti Bang Syukur itu mau meminang Pak Suratno. PAN siap dipinang untuk mendampingi Bang Syukur di Pilwalkot nanti,” kata Chaerul.
 
Abdul Syukur sendiri ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ini segala sesuatunya masih berposes dan belum dapat ditentukan. Sehingga pihaknya masih melihat dinamika politik kedepannya.
 
“Politik itu hal yang mungkin bisa menjadi tidak mungkin dan hal yang tidak mumgkin menjadi tidak mungkin. Kita lihat saja perkembangan kedepan,” ujarnya. (RAZ)
 
 
 
Rabu, 17 September 2014 15:51 WIB
Larang Plat B ke Bogor, Kepala Daerah Tangerang Menolak
 
 
Selasa, 16 September 2014 22:00 WIB
Warga Tangsel Diajarkan Budidaya Anggrek
 
 
 
 
Sabtu, 20 September 2014 23:01 WIB
Pasar Tanah Tinggi Diharapkan Ikut Sertakan Warga
 
 
Jum'at, 19 September 2014 20:33 WIB
Tiga Kepala Daerah Bahas Investasi Tangerang
 
Jum'at, 19 September 2014 20:28 WIB
Pembangunan Wisata Kota Lama Butuh Waktu 5 Tahun
 
Kamis, 18 September 2014 23:00 WIB
Konflik Pasar Tanah Tinggi harus pendekatan Agama