Connect With Us

Habis Menyodomi, Aris Dibacok di Sepatan

| Senin, 5 Desember 2011 | 18:16

| Dibaca : 28620

Aris Nuryanto saat di rawat di RSUD Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Seorang pemuda bernama Sobirin,23, nekat membacok Aris Nuryanto, 36, pasangan homonya setelah selesai menyodomi pelaku di rumah korban yang terletak di Perumahan Permata Sepatan Blok D23 No.2 RT 10/5, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang Senin (5/12).

Beruntung Aris tidak sampai tewas akibat bacokan dikepalanya tersebut.  Sobirin mengaku, sakit hati karena sering dipaksa untuk disodomi melalui lubang pusarnya. Menrut Sobirin, peristiwa itu berawal ketika Aris mengajak Sobirin menginap di rumahnya. “Saya dendam mas, habis sering disodomi dibagian pusar saya,”katanya, hari ini. 
 
Karena itu, sehabis melakukan hubungan abnormal itu, Sobirin langsung mengambil sebilah golok di dapur. Sementara Aris yang masih dalam posisi tengkurap di ranjang. Tanpa pikir panjang, Sobirin langsung membacok bagian kepala belakang Aris beberapa kali.
 
Kapolsek Sepatan AKP Sunaryo mengatakan, Aris memang memiliki kelainan seksual. Ia kerap berhubungan intim lewat pusar Sobirin. Karena perutnya sakit, “Sobirin sempat menolak, tapi Aris terus memaksanya,” kata Kapolsek.
 
 Sobirin pun merasa kesal dipaksa memuaskan Aris. Kemudian mereka sempat cek-cok mulut. Akhirnya Sobirin mengambil golok di dapur. Ia langsung membacok bagian belakang kepala dan leher Aris ketika tidur. “Korban sempat teriak Allahu Akbar Allahu Akbar! Tapi dia tidak bisa melawan hingga ia pingsan. Pelaku lalu melarikan diri,” tambah Kapolsek.
 
Kapolsek mengatakan, peristiwa itu diketahui tetangga korban sekitar Pukul 05.30 WIB. Mereka mendengar suara korban yang meminta tolong. “Ketika msuk ke rumah korban, para tetangga melihat korban sudah bersimbah darah di kasurnya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang,” terangnya.
 
 Penangkapan pelaku sendiri berawal dari keterangan tetangga korban yang melihat pelaku sempat menginap di rumah korban. Dari pengembangan informasi tersebut, diketahui pelaku tinggal tidak jauh dari rumah korban. “Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Ketika itu ia sempat berpura-pura sedang tidur di rumahnya,” terang Kapolsek.
 
 Saat diamankan di Polsek Sepatan, Sobirin mengaku telah menjalin hubungan dengan Aris sejak tiga bulan lalu. Ia pertama kali kenal dengan Aris di pabrik pelebur besi tempat mereka bekerja. “Saya sering menginap di rumah Aris dan sudah berhubungan intim lebih dari lima kali. Saya dikasih uang jajan dan rokok kalau mau melayani dia,” katanya.
 
Sementara bibi korban, Subianti, 42, menjelaskan bahwa Aris telah menikah dengan Yuli dan sudah memiliki dua orang anak. Istrinya memang tidak tinggal di rumahnya karena kerja di Bogor. Anak pertamanya Lili, 10, tinggal bersama ibunya, Sedangkan anak keduanya Davi, 5, dititipkan di rumah kakeknya di Jawa Tengah. “Aris memang tinggal sendiri karena istrinya sudah satu tahun tugas di Bogor. Saya tidak tahu soal dia suka sesame jenis, karena dia sudah punya anak dua,” ungkapnya ketika ditemui di ruang IGD RSUD Kabupaten Tangerang.(RAZ)
 

HIBURAN
Selama Puasa, SMS Tangerang Gelar Acara Ini

Selama Puasa, SMS Tangerang Gelar Acara Ini

Minggu, 14 Juni 2015 | 19:26

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H, Summarecon Mal Serpong (SMS) kembali menyajikan berbagai acara menarik bertajuk ‘Blissful Ramadhan’ yang diselenggarakan pada 12 Juni hingga 26 Juli 2015.

OPINI
Dana Aspirasi antara kepentingan umat & kelompok

Dana Aspirasi antara kepentingan umat & kelompok

Jumat, 26 Juni 2015 | 13:42

Sebagaimana Montesqueieu salah satu pemikir politik terkemuka di Prancis, dalam karyanya Spirits of the Laws, menyebutkan “Dalam setiap pemerintahan terdapat tiga macam kekuasaan diantaranya yaitu kekuasaan Eksekutif; kekuasaan Legislatif dan Yudikatif.

KAB. TANGERANG
Polresta Tangerang Tangkap Bandar Judi Online di Warnet

Polresta Tangerang Tangkap Bandar Judi Online di Warnet

Senin, 29 Juni 2015 | 12:25

"Kami telah mengintai sejak lama pelaku itu berkat adanya informasi dari warga," ujarnya.

"Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia."

Imam Al-Ghazali