Connect With Us

Habis Menyodomi, Aris Dibacok di Sepatan

| Senin, 5 Desember 2011 | 18:16

| Dibaca : 29563

Aris Nuryanto saat di rawat di RSUD Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Seorang pemuda bernama Sobirin,23, nekat membacok Aris Nuryanto, 36, pasangan homonya setelah selesai menyodomi pelaku di rumah korban yang terletak di Perumahan Permata Sepatan Blok D23 No.2 RT 10/5, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang Senin (5/12).

Beruntung Aris tidak sampai tewas akibat bacokan dikepalanya tersebut.  Sobirin mengaku, sakit hati karena sering dipaksa untuk disodomi melalui lubang pusarnya. Menrut Sobirin, peristiwa itu berawal ketika Aris mengajak Sobirin menginap di rumahnya. “Saya dendam mas, habis sering disodomi dibagian pusar saya,”katanya, hari ini. 
 
Karena itu, sehabis melakukan hubungan abnormal itu, Sobirin langsung mengambil sebilah golok di dapur. Sementara Aris yang masih dalam posisi tengkurap di ranjang. Tanpa pikir panjang, Sobirin langsung membacok bagian kepala belakang Aris beberapa kali.
 
Kapolsek Sepatan AKP Sunaryo mengatakan, Aris memang memiliki kelainan seksual. Ia kerap berhubungan intim lewat pusar Sobirin. Karena perutnya sakit, “Sobirin sempat menolak, tapi Aris terus memaksanya,” kata Kapolsek.
 
 Sobirin pun merasa kesal dipaksa memuaskan Aris. Kemudian mereka sempat cek-cok mulut. Akhirnya Sobirin mengambil golok di dapur. Ia langsung membacok bagian belakang kepala dan leher Aris ketika tidur. “Korban sempat teriak Allahu Akbar Allahu Akbar! Tapi dia tidak bisa melawan hingga ia pingsan. Pelaku lalu melarikan diri,” tambah Kapolsek.
 
Kapolsek mengatakan, peristiwa itu diketahui tetangga korban sekitar Pukul 05.30 WIB. Mereka mendengar suara korban yang meminta tolong. “Ketika msuk ke rumah korban, para tetangga melihat korban sudah bersimbah darah di kasurnya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang,” terangnya.
 
 Penangkapan pelaku sendiri berawal dari keterangan tetangga korban yang melihat pelaku sempat menginap di rumah korban. Dari pengembangan informasi tersebut, diketahui pelaku tinggal tidak jauh dari rumah korban. “Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Ketika itu ia sempat berpura-pura sedang tidur di rumahnya,” terang Kapolsek.
 
 Saat diamankan di Polsek Sepatan, Sobirin mengaku telah menjalin hubungan dengan Aris sejak tiga bulan lalu. Ia pertama kali kenal dengan Aris di pabrik pelebur besi tempat mereka bekerja. “Saya sering menginap di rumah Aris dan sudah berhubungan intim lebih dari lima kali. Saya dikasih uang jajan dan rokok kalau mau melayani dia,” katanya.
 
Sementara bibi korban, Subianti, 42, menjelaskan bahwa Aris telah menikah dengan Yuli dan sudah memiliki dua orang anak. Istrinya memang tidak tinggal di rumahnya karena kerja di Bogor. Anak pertamanya Lili, 10, tinggal bersama ibunya, Sedangkan anak keduanya Davi, 5, dititipkan di rumah kakeknya di Jawa Tengah. “Aris memang tinggal sendiri karena istrinya sudah satu tahun tugas di Bogor. Saya tidak tahu soal dia suka sesame jenis, karena dia sudah punya anak dua,” ungkapnya ketika ditemui di ruang IGD RSUD Kabupaten Tangerang.(RAZ)
 

BANTEN
88.599 Warga Banten Berpotensi Kehilangan Hak Pilih

88.599 Warga Banten Berpotensi Kehilangan Hak Pilih

Sabtu, 21 Januari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang akan dilangsungkan 15 Februari 2017 tinggal menghitung hari. Namun tidak semua warga Banten yang memiliki hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya. Pasalnya 88.599 orang tidak t

WISATA
Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 01:00

TANGERANGNews.com-Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Gerai kuliner warisan nusantara ini berlangsung mulai tanggal 20 Oktober - 6 November 2016 di Hall 10, Indonesia

TEKNO
Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Kamis, 12 Januari 2017 | 11:00

Ia percaya bahwa bot akan mendorong kemajuan besar di dunia teknologi pada tahun ini. Kondisi ini juga didukung oleh keberadaan aplikasi olah pesan yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktunya di ponsel mereka.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim