Connect With Us

Selang dan Regulator non SNI Beredar di Kota Tangerang

| Selasa, 6 Juli 2010 | 17:09

| Dibaca : 16299

Sidak aksesoris kompor gas elpiji. (tangerangnews / rangga)

 
TANGERANGNEWS-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang melakukan sidak aksesoris tabung gas seperti selang dan regulator yang dijual di beberapa toko dan pusat perbelanjaan, hari ini.
 
Dari hasil sidak tersebut, telah ditemukan beberapa produk yang tidak belogo Standart Nasional Indonesia (SNI) yang berindikasi menjadi penyebab ledakan tabung gas.
 
Sidak pertama dilakukan di Pasar swalayan Carefour Cikokol di Jl. M.H Thamrin, Kota Tangerang. Di sana Tim monitoring Disperindagkop menemukan puluhan regulator dan selang tabung gas yang  ada logo SNI tetapi tidak ada kepala regularornya sebagaimana peraturan Nasional.
 
“Logo SNI Cuma tertera di kemasan produk, tapi tidak ada pada selang dan regulatornya. Yang memenuhi standart seharusnya terdapat logo SNI yang dicetak timbul pada produk,” ungkap Kepala Disperindagkop Kota Tangerang Rina Hernaningsih di sela-sela sidak.
 
Rina mengatakan, ketika produk tak ber-SNI dibandingkan dengan yang ber-SNI, secara fisik memang tidak beda. Namun dari harga, produk tak ber SNI memang lebih murah.
 
Seperti di Carefour Cikokol, untuk selang dan regulator tak ber-SNI dijual seharga Rp 89 ribu, sedangkan untuk yang ber SNI dijual seharga Rp125 ribu. “Meski demikian, produk tak ber-SNI tidak memiliki jaminan atau tidak berstandar  keamanan,” papar Rina.
 
Kemudian, sidak berlanjut ke toko-toko yang menjual peralatan dapur di Pasar Anyar. Toko yang diperiksa yakni, Sabar-Subur, Asian Pasifik, Power dan Star. Dari emat toko yang diperiksa, toko Star kedapatan menjual selang dan regulator tabung gas tak ber-SNI.
 
Menurut Rina, selang dan regulator tak ber-SNI tersebut nanti akan dibawa untuk diuji coba kelayakannya di Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
 
Sedangkan jika nanti terbukti tidak layak, kata dia, pihaknya akan menarik produk tersebut dari toko yang menjual.“Kita akan menarik produk tak ber-SNI karena berpotensi menjadi penyebab ledakan tabung gas yangs ekarang ini sedang marak terjadi. sangat berbahaya juga jika nanti dibeli masyarakat,” terangnya.
 
Wali Kota Tangerang Wahidin Halim menyatakan, pihaknya menghimbau kepada dinas terkait agar bisa terus meneliti aksesoris kompor gas elpiji, dengan tujuan agar masyarakat bisa terselamatkan dari bahaya ledakan kompor gas. Meski begitu, dirinya juga menyarakan agar masyarakat berhati-hati dan mengikuti aturan pemasangan gas elpiji. “Sebab tidak menutup kemungkinan ledakan tabung gas bukah hanya dikarenakan produknya yang tidak memenuhi standar, tetapi juga karena kelalaian orangnya,” tandasnya. (rangga zuliansyah) 
PROPERTI
Sinar Mas Diganjar Perusahaan Paling Kreatif 2016

Sinar Mas Diganjar Perusahaan Paling Kreatif 2016

Sabtu, 23 April 2016 | 10:00

TANGERANG- Sinar Mas Land dinobatkan sebagai salah satu perusahaan paling kreatif pada tahun 2016, yakni Indonesia Most Creative Companies 2016 dalam ajang OCI Indonesia Award 2016. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dhony Rahajoe, Managing Direc

BISNIS
Ini Jurusan Saat Kuliah 10 CEO Terkenal Dunia

Ini Jurusan Saat Kuliah 10 CEO Terkenal Dunia

Jumat, 29 April 2016 | 12:30

Namun ada juga yang tidak lulus kuliah namun berhasil naik ke puncak tertinggi perusahaan.Seperti ditulis CNBC, berikut 10 CEO terbaik dunia dan bidang perkuliahan yang pernah mereka ambil:

TEKNO
Pengguna Aktif Semakin Bertambah, Twitter Tetap Rugi

Pengguna Aktif Semakin Bertambah, Twitter Tetap Rugi

Rabu, 27 April 2016 | 22:06

Hal ini merupakan pertanda baik. Pasalnya, dari kuartal ketiga ke kuartal keempat 2015, tak ada sama sekali pertumbuhan basis pengguna aktif Twitter.

KOTA TANGERANG
Merampok Tukang Ojek, Curanmor Bersenpi Dibekuk

Merampok Tukang Ojek, Curanmor Bersenpi Dibekuk

Kamis, 28 April 2016 | 11:28

“Lalu sesampainya di tempat yang menurut pelaku aman, lalu pelaku memukul korban menggunakan senjata replika jenis revolver yang sudah disiapkannya sampai korban mau menyerahkan sepeda motornya,” katanya, Kamis (28/4/2016).

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu - satunya yang benar - benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

- R.A. Kartini -