Connect With Us

Disnaker Tangerang Sidik PT Cussons Indonesia

| Rabu, 11 Mei 2011 | 18:35

| Dibaca : 248796

Buruh PT Cussons Indonesia demo di kantor Dinas Tenagakerja Kota Tangerang. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tangerang, akan melakukan penyelidikan terhadap PT Cussons Indonesia. Hal itu terkait desakan ratusan buruh perusahaan tersebut yang tidak terima 41 rekannya diberi SP3 gara-gara cuti satu hari.

"Dinas berjanji Rabu pekan depan akan melakukan penyelidikan ke perusahaan. Jika terbukti bersalah kami ingin diproses hukum," ucap Sasmita, koordinator buruh PT Cussons Indonesia, kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Disnaker Tangerang, Rabu (11/5).

Sebelumnya ratusan buruh perusahaan yang memproduksi perlengkapan bayi itu menggelar aksi demo di kantor Disnaker Tangerang. Setelah berdemo beberapa menit, sejumlah perwakilan buruh diterima pihak Disnaker Tangerang.

Menurut Sasmita, sebenarnya buruh ingin berdamai, tapi pihak manajemen memulai konflik. "Ini semua gara-gara manajemen yang menuntut dulu. Jika mereka menuntut, kami juga akan menuntut. Jika mereka mau damai, kami juga damai," ucapnya yang diamini rekan-rekannya.

Konflik bermula dari surat SP3 yang dikeluarkan pihak manajemen kepada 41 oranf buruh yang cuti selama satu hari pada 31 Desember 2010 lalu. Menurut Sasmita, cuti adalah hak setiap pekerja, sehingga tidak sepantasnya masalah cuti justru dipersoalkan ke meja hijau. "Coba bayangkan di mana logikanya, gara-gara cuti jadi disidang di PN Serang 12 Mei mendatang," ujar Sasmita.

Hal tersebut kata Sasmita sudah dipertanyakan kepada pihak manajemen, namun manajemen tetap bersikukuh memberi sanksi kepada 41 orang buruhnya itu yang dianggap bolos kerja. Karena itu ratusan buruh PT Cussons Indonesia menjadi marah.

"Kami minta Disnaker menyelidiki berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Tidak saja soal SP3 ini, tapi juga soal PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang diterapkan, soal outsourcing, hingga yang lain. Karena banyak yang dilanggar. Masak ada rekan yang kerja 10 tahun, tapi masih berstatus PKWT," tutur Sasmita.

Sementara itu, pihak Disnaker Tangerang menyatakan persetujuannya atas rencana penyelidikan Rabu depan. "Pekan depan kami akan datang ke perusahaan itu, untuk mencari tahu ad apa sebenarnya yang terjadi sehingga manajemen konflik dengan buruh," ucap Apriadi Agung, Kasie Dinas Tenagakerja Kota Tangerang.

Menurut Apriadi, sesuai peraturan yang ada, namanya cuti adalah hak pekerja yang tidak boleh dihapuskan atau diabaikan perusahaan. "Ini yang ingin kami selidiki, bagaimana sebenarnya sistem cuti yang diterapkan perusahaan itu. Untuk masalah lain, akan kami selidiki juga," ucapnya.(DRA)

TEKNO
Pesaing WhatsApp, Google Allo Sudah Hadir di Indonesia

Pesaing WhatsApp, Google Allo Sudah Hadir di Indonesia

Sabtu, 24 September 2016 | 13:02

TANGERANGNews.com- Tak butuh waktu lama bagi Google untuk memboyong aplikasi chatting Allo ke Indonesia. Setelah diluncurkan di beberapa negara pada Rabu (21/9/2016) lalu, pesaing WhatsApp ini sudah bisa diunduh oleh pengguna Tanah Air .

TANGSEL
Sebelum Tewas, Sandy yang Tersetrum Dikerjai Teman Sempat dibawa ke RS

Sebelum Tewas, Sandy yang Tersetrum Dikerjai Teman Sempat dibawa ke RS

Selasa, 27 September 2016 | 20:00

TANGERANGNews.com-Sandy,28, yang tewas tersetrum tepat di hari ulang tahunnya yang jatuh pada hari Senin (26/9/2016) lalu sempat dibawa ke Rumah Sakit sebelum akhirnya tewas.

MANCANEGARA
Kisah Desa dengan 800 Patung Batu Seram

Kisah Desa dengan 800 Patung Batu Seram

Sabtu, 17 September 2016 | 20:00

TANGERANGNews.com-Kalau kamu datang ke desa ini, mungkin kamu akan mendapati pemandangan yang tak biasa. Ratusan patung batu menyeramkan berbaris, tanpa berkedip. Seakan menyambut kedatanganmu di desa ini.

WISATA
Di Tangcity Mall September-16 Oktober Ada Pesta Kuliner Nusantara

Di Tangcity Mall September-16 Oktober Ada Pesta Kuliner Nusantara

Minggu, 25 September 2016 | 22:00

TANGERANGNews.com-Di Tangerang City Mall mulai 23 September hingga 16 Oktober 2016 di area parkir Perintis, Kota Tangerang digelar pesta kuliner yang berasal mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Tidak Mungkin adalah kata yang hanya didapat dalam kamus orang-orang bodoh "

Napoleon Bonaparte