Connect With Us

Disnaker Tangerang Sidik PT Cussons Indonesia

| Rabu, 11 Mei 2011 | 18:35

| Dibaca : 248870

Buruh PT Cussons Indonesia demo di kantor Dinas Tenagakerja Kota Tangerang. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tangerang, akan melakukan penyelidikan terhadap PT Cussons Indonesia. Hal itu terkait desakan ratusan buruh perusahaan tersebut yang tidak terima 41 rekannya diberi SP3 gara-gara cuti satu hari.

"Dinas berjanji Rabu pekan depan akan melakukan penyelidikan ke perusahaan. Jika terbukti bersalah kami ingin diproses hukum," ucap Sasmita, koordinator buruh PT Cussons Indonesia, kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Disnaker Tangerang, Rabu (11/5).

Sebelumnya ratusan buruh perusahaan yang memproduksi perlengkapan bayi itu menggelar aksi demo di kantor Disnaker Tangerang. Setelah berdemo beberapa menit, sejumlah perwakilan buruh diterima pihak Disnaker Tangerang.

Menurut Sasmita, sebenarnya buruh ingin berdamai, tapi pihak manajemen memulai konflik. "Ini semua gara-gara manajemen yang menuntut dulu. Jika mereka menuntut, kami juga akan menuntut. Jika mereka mau damai, kami juga damai," ucapnya yang diamini rekan-rekannya.

Konflik bermula dari surat SP3 yang dikeluarkan pihak manajemen kepada 41 oranf buruh yang cuti selama satu hari pada 31 Desember 2010 lalu. Menurut Sasmita, cuti adalah hak setiap pekerja, sehingga tidak sepantasnya masalah cuti justru dipersoalkan ke meja hijau. "Coba bayangkan di mana logikanya, gara-gara cuti jadi disidang di PN Serang 12 Mei mendatang," ujar Sasmita.

Hal tersebut kata Sasmita sudah dipertanyakan kepada pihak manajemen, namun manajemen tetap bersikukuh memberi sanksi kepada 41 orang buruhnya itu yang dianggap bolos kerja. Karena itu ratusan buruh PT Cussons Indonesia menjadi marah.

"Kami minta Disnaker menyelidiki berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Tidak saja soal SP3 ini, tapi juga soal PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang diterapkan, soal outsourcing, hingga yang lain. Karena banyak yang dilanggar. Masak ada rekan yang kerja 10 tahun, tapi masih berstatus PKWT," tutur Sasmita.

Sementara itu, pihak Disnaker Tangerang menyatakan persetujuannya atas rencana penyelidikan Rabu depan. "Pekan depan kami akan datang ke perusahaan itu, untuk mencari tahu ad apa sebenarnya yang terjadi sehingga manajemen konflik dengan buruh," ucap Apriadi Agung, Kasie Dinas Tenagakerja Kota Tangerang.

Menurut Apriadi, sesuai peraturan yang ada, namanya cuti adalah hak pekerja yang tidak boleh dihapuskan atau diabaikan perusahaan. "Ini yang ingin kami selidiki, bagaimana sebenarnya sistem cuti yang diterapkan perusahaan itu. Untuk masalah lain, akan kami selidiki juga," ucapnya.(DRA)

TANGSEL
Korban Overdosis Bertambah, Kapolsek Serpong pastikan bukan dari Matador

Korban Overdosis Bertambah, Kapolsek Serpong pastikan bukan dari Matador

Sabtu, 3 Desember 2016 | 11:00

TANGERANGNews.com-Beredar informasi bahwa kembali ada yang menjadi korban dari minuman yang efeknya seperti menenggak pil ekstasi semalam. Hal itu membuat Kapolsek Serpong Kompol Didik Putra Kuncoro berkeyakinan bahwa barang tersebut berasal bukan dari

TEKNO
Ipad 2017 jadi Gadget Pertama Tanpa Tombol “Home” ?

Ipad 2017 jadi Gadget Pertama Tanpa Tombol “Home” ?

Rabu, 30 November 2016 | 12:24

Kini, satu lagi bocoran yang terkuak soal iPad tersebut. Menurut sumber dalam, Apple akan menghapus tombol home pada iPad 10,5 inci, sebagaimana dilaporkan GSMArena, Rabu (30/11/2016).

HIBURAN
Disney Merilis Trailer "Rogue One: A Star Wars Story" Ramai di YouTube   

Disney Merilis Trailer "Rogue One: A Star Wars Story" Ramai di YouTube  

Senin, 28 November 2016 | 13:26

"Percayalah pada 'Force,'" kata tokoh utama yang diperankan Felicity Jones, sebagaimana dihimpun dari video teaser di YouTube.

PROPERTI
Penghuni Berharap Smart City di BSD dalam Bindang Keamanan

Penghuni Berharap Smart City di BSD dalam Bindang Keamanan

Jumat, 25 November 2016 | 17:00

TANGERANGNews.com-Penghuni di BSD City menyatakan senang-senang saja dengan akan adanya aplikasi yang akan diluncurkan Sinar Mas Land untuk menunjang kebutuhannya. Namun, penghuni lebih mengutamakan agar kemanan lebih ditingkatkan.

"Jangan Biarkan Apa yang Tidak Bisa Anda Lakukan menganggu apa yang Bisa Anda Lakukan "

John R Wooden