Pelayanan CS Mandiri Mengecewakan
Senin, 13 Desember 2010 | 23:11 WIB
Yogyakarta, 14 Desember 2010 Selama ini saya selalu puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Bank Mandiri. Kepuasan itulah yang menyebabkan saya tidak berpindah bank utama dari tahun 2006 hingga sekarang. Saat saya mengurus pergantian sms banking maupun i-banking pun, selesai dalam satu hari saja dengan bantuan yang super ramah dari CS yang sudah separuh baya. Akan tetapi, kepuasan itu hilang ketika pada tanggal 14 Desember 2010 saya datang ke Mandiri untuk mengurus sms banking saya karena nomor yang lalu tidak terpakai lantaran handpone dan nomor itu disalahgunakan oleh orang yang mencurinya. Saat itu, saya dihadapakan dengan seorang CS (customer service) yang masih muda bernama FUSHIKO BINARI ARDHANI. Cabang Mandiri yang saya datangi adalah Mandiri Cabang UGM, Yogyakarta yang terletak di belakang FEB UGM. Pertama kali, si perempuan itu minta KTP saya tapi karena KTP saya sedang tidak dibawa ke Jogja saya tanya sama dia, “Bagaimana kalau SIM saja? Karena KTP saya sedang tidak terbawa.” Dia jawab ketus, “KTP.” Tapi karena saya tahu, no identitas itu tidak harus pake KTP, ya saya tetep nekat ngeluarin SIM saya. Dia bergeming, saya juga. Sampai akhirnya dia bilang, “Bisa lihat SIMnya?” Saya membatin kesal. Saat saya mengatakan bahwa saya perlu untuk mengaktivasi kembali sms banking dengan nomor yang baru, dia malah sok-sok menasihati saya, “Bu, lain kali kalo ganti nomor tolong bilang ke pihak bank, biar kalau ada apa-apa bisa diberitahu.” Batin saya berkata, “Lah, ini yg saya lakukan apa? Emangnya ganti no bisa secepet itu wong buat beli hape aja saya kudu nabung berbulan-bulan.” Lagian sebelum ini, saya juga selalu melaporkan kalo ada pergantian nomor. Memang pihak bank nggak punya catatan itu? Saya ingat betul, saat ganti nomor dulu jg sudah dicatat dengan bantuan CS yang ramah. Nah, terus saya disuruh isi form seperti biasa. Saat itu saya bilang kalo saya lupa nomor hape saya yang lama dan sedang menunggu sms dari seseorang yang kemungkinan masih menyimpan nomor lama saya tersebut. Eh, dia malah nyerocos, “Masa sama nomor sendiri lupa?” Kemudian saya menjawab, “Iya, soalnya dulu saya kecurian.” Nn. Fushiko makin menjadi, “Lah kan cuma hapenya yg ilang, nomornya enggak kan? Masa lupa?” Dia nggak tau apa kalo beli hape tu nggak segampang beli ikan asin. Masih sabar, saya jawab, “Yak an saya sudah lama nggak pake, Mbak. Ini juga lagi nunggu dikasi tau lewat sms. Belakangnya 3993.” Trus dia menjawab, “Berapa belakangnya?” Ya saya sebutin lagi empat digit tadi. Baru dia menjawab digit yg saya kosongi. Batin saya menjerit lagi, “KENAPA NGGAK DARI TADI? MALAH NGATAIN ORANG MULU!” Setelah semuanya rampung, dia diam saja tanpa mengucapkan salam seperti apa yang biasanya dilakukan oleh CS.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang


