Connect With Us

Toko Baja Digembok Paksa Satpol PP

| Selasa, 9 April 2013 | 00:08

| Dibaca : 454

BP2T Tangsel. (tangerangnews / dira)

 
TANGSEL-Toko baja yang tak kantongi izin disegel petugas Satpol PP Kota Tangsel, pada Senin (8/4). Aksi itu dilakukan karena setelah toko tersebut mengabaikan surat dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel.
.
            Kepala Bidang (Kabid) Penertiban Sarana Usaha Ponco Budi Santoso mengatakan, maraknya bangunan tak berizin bukan ranahnya. Dalam hal ini, tidak dalam kapasitasnya untuk menjelaskan masalah itu. “Kalau kita hanya menertibkan. Setelah ada laporan dari BP2T, kita langsung melakukan eksekusi,” tuturnya, kemarin.
           
Kebanyakan bangunan tak berizin itu, disegel setelah sebelumnya mengabaikan Surat Perintah Penghentian Pembangunan (SP4) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). Termasuk toko baja di kawasan Jalan Puspiptek, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Toko itu, terpaksa digembok Satpol PP. Karena tak mengindahkan peringatan dari pemerintah. “IMB, izin operasinal toko ini juga tidak ada,” kata Ponco.
 
            Selain itu, setelah dilakukan pengukuran oleh Satpl PP dan BP2T, ditemukan pelanggaran bangunan itu. Yakni melebihi batas Garis Spadan Pagar (GSP) dan Garis Spadan Bangunan (GSB).
 
Semestinya, kata Ponco, di kawasan itu GSP sepanjang 10 meter dari jalan. Sementara, GSB sepanjang 18 meter. “Sementara bangunan ini bangunanya saja hanya 10 meter dari jalan. Ini sudah pelanggaran, dan kita sudah beri tanda dengan mengecat aturan jarak GSP dan GSB-nya,” tuturnya.
 
            Selain digembok, toko baja itu juga dipasangi segel SP4B. Segel itu, sebelumnya sudah terpasang. Hanya, pihak pengusaha menyembunyikannya. Sehingga, bagi warga yang melintas tak akan tahu jika bangunan itu tak berizin.
 
            Papan nama toko itu juga dicopot. Ini dilakukan karena, papan nama sebesar 3x1 meter tersebut dinilai menyalahi ketentuan. Sebab, plang itu sudah masuk dalam kategori reklame. Sehingga, pembangunan dan pemasangannya mesti memiliki IMB dan izin reklame. “Sekarang kita gembok dan copot dulu plang tokonya. Kita masih memberi kesempatan kepada pengusaha untuk mengurus izin,” ujarnya.
           
Sementara itu, Rudi ,25, salah satu pegawai toko itu mengatakan, biasanya pemiliki toko H Ade Hidayat datang ke toko setiap hari. Namun, pada hari itu bosnya belum datang. “Saya di sini sudah lima bulan. Sejak toko ini buka,” akunya.
 
            Ia mengaku tak ikut campur masalah perizinan. Selama ini, tugas karyawan hanya melayani pembeli untuk mengantar dan memasukkan baja ke mobil pengangkut. “Kalau tidak salah, bos orang Depok. Kalau karyawan ada 15 orang,” tuturnya. (RAZ)
 
BANDARA
Mulai besok Seluruh Penerbangan Domestik Lion Air Melalui Terminal 1

Mulai besok Seluruh Penerbangan Domestik Lion Air Melalui Terminal 1

Jumat, 26 Agustus 2016 | 17:16

TANGERANGNews.com-Terhitung mulai 27 Agustus 2016 pukul 00.01 WIB seluruh penerbangan rute domestik Lion Air beroperasi melalui Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

BANTEN
Warga Galang Dukungan Untuk Dimyati

Warga Galang Dukungan Untuk Dimyati

Jumat, 26 Agustus 2016 | 16:56

Bentuk penggalangan dana tersebut diawali dari sumbangan rakyat Tangerang Raya kepada sejumlah relawan Dimyati di Tangerang-Banten.

SPORT
Atlet Brasil Dilamar Oleh Pacar Sejenisnya Saat Olimpiade Rio

Atlet Brasil Dilamar Oleh Pacar Sejenisnya Saat Olimpiade Rio

Jumat, 12 Agustus 2016 | 11:12

TANGERANGNews.com – Isadora Cerullo dan rekan-rekannya di tim rugbi Brasil, memang ‘gatot’ alias gagal total di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun akhir pahit Cerullo justru berubah manis ketika atlet berusia 25 tahun itu, dilamar pacarnya di Stadion De

BISNIS
Indah Kiat Tangerang Fasilitasi Pelajar Mengenal Pembuatan Kertas

Indah Kiat Tangerang Fasilitasi Pelajar Mengenal Pembuatan Kertas

Kamis, 25 Agustus 2016 | 19:00

TANGERANGNews.com- Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui unit industrinya Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang memfasilitasi kunjungan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dari Indonesia Heritage Foundation (IHF) asuhan Ratna Megawangi untuk mempe

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance