TangerangNews.com

BPOM Banten Temukan Ayam Berformalin di Pasar Serpong

| Selasa, 8 September 2009 | 18:11 | Dibaca : 1082

TANGERANGNEWS- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten merazia peredaran daging ayam serta makanan lain yang mengandung fomalin selama bulan Ramadhan dan menjelang lebaran nanti. Tim penguji dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banten, May Mike mengatakan, BPOM akan mengawasi ikan, daging ayam, tahu dan makanan lainnya yang mengandung fomalin di pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan, Selasa (8/9). "Sampai saat ini, hasil survei dan penelitian dengan mengambil beberapa sample daging ayam dan makan lain di pasar tradisional serpong Kota Tangerang Selatan telah ditemukan bahan-bahan berbahaya yang mengandung fomalin kategori B yang merupakan zat pewarna berbahaya," ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya berkerjasama Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota tangsel akan terus meningkatkan pengawasan kelayakan dan kesehatan makanan yang dijual selama puasa Ramadhan dan menjelang lebaran nanti. "Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk jeli dan berhati-hati memilih ikan, daging ayam dan tahu dengan melihat kondisi makan tersebut. Apabila ada masyarakat menemukan makanan yang dicurigai mengandung bahan pengawet diharapkan agar segera melaporkan ke Badan POM atau pihak-pihak terkait, agar penyebaran makanan berpengaet itu tidak menyebar luas," ujarnya Ia menjelaskan, formalin adalah nama zat kimia yang terdiri atas campuran formaldehid, metanol dan air yang kebanyakan digunakan sebagai pengawet mayat. Tetapi pedagang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan. "Formalin ini apabila dicampurkan ke daging ayam, maka formalin ini akan diserap oleh daging ayam dengan mudah, kemudian formalin akan mengeluarkan sel sel dari daging ayam tersebut dan menggantikannya dengan formaldehid yang lebih kaku. Hasilnya daging ayam tadi akan awet atau bertahan dalam waktu yang lama, di samping itu daging ikan tadi tidak akan membusuk karena formalin tadi mampu membunuh mikroba atau kuman kuman kecil yang biasanya berperan dalam proses pembusukan," ujarnya.(Dedi)