TangerangNews.com

Tarif Sekali Kencan di Dadap Tangerang Rp350 Ribu

Denny Bagus Irawan | Kamis, 3 Maret 2016 | 06:00 | Dibaca : 139472


Salah satu kafe di Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang dari dalam. (Dira Derby / TangerangNews.com)


TANGERANG-Tarif sekali kencan di lokalisasi Prostitusi di Kampung Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang Rp350 ribu. Hal itu diketahui dari salah seorang wanita pekerja seks yang bekerja di salah satu warung remang-remang yang ada di sana, yakni ‘Café Mutiara Abadi’.

 

“Kalau di sini sekali ngamar tiga setengah (Rp350 ribu), kalau cuma minta ditemenin pekgoh (Rp150 ribu),” ujar Tifanny seraya menghisap rokoknya dalam-dalam, Rabu (2/3/2016). 

 

Tangerangnews.com yang berkesempatan masuk ke dalam café tersebut melihat seisi rumah yang sempit itu dijadikan tempat joget pada ‘tamu’.

 

Di dalam terlihat ada sebuah televisi berukuran 32 inci, lima sofa dengan dilengkapi empat meja, serta satu meja kayu dengan  kursi plastik yang ditumpuk siap menyambut  ‘tamu’.

 

Adapun para tamu telihat sedang asik memekikan suaranya bergantian menyanyikan musik dangdut dari televisi dengan sound khusus. 

 

Ada yang sambil duduk, ada juga yang berjoget seraya ditemani para wanita yang telah dibokingnya.

 

“Kalau di sini nyanyinya gantian, mic-nya soalnya cuma ada satu. Kalau duet ya harus deket-deketan sama ceweknya,” kata wanita  yang mengaku berasal dari Bandung, Jawa Barat tersebut.

 

Sedangkan untuk tamu yang sudah ‘kebelet’  Papi Jamal pemilik café tersebut telah menyediakan tujuh kamar untuk  ‘melepas penat’ para tamu yang datang dari berbabagai kalangan.

“Kalau mau ‘begituan’ di kamar cewek masing-masing, sewa lagi kamarnya gocap (Rp50 ribu). Nah kalau kamar bayar langsung ke kasir, kalau untuk cewek bayar langsung ke ceweknya,” terang Tifanny wanita berparas ayu.

Saat Tangerangnews.com dengan Tifanny ngobrol, tiba-tiba saja seseorang pria berbadan tegap datang menghampiri kami. Lalu pria tersebut bersalaman, menyapa semua tamu.

“Itu namanya Papi Jamal, yang punya kafe ini.  Dia bukan polisi atau TNI, dia kerja di Bandara,” katanya.

Menurut Tifanny yang mengaku baru seminggu bekerja di kafe tersebut, hal itu sering dilakukan ‘Papi Jamal’ jika dirinya berada di kafe.

“Biasa itu mah, enggak ada apa-apa, polisi juga yang datang tuh enggak ngapa-ngapain cuma minta rokok, tuh kan dikasih rokok dua bungkus dia jalan lagi,” ujarnya seraya menunjukan ada kendaraan patroli polisi dari Polsek Teluknaga di luar yang terlihat dari dalam.

Tifanny mengakui, daerah Dadap memang sering terjadi perkelahian antar tamu. Karena-nya, petugas kepolisian sering berkeliling di wilayah tersebut.

“Kemarin baru saja ada kejadian, ada tamu berantem di kafe sebelah,” terangnya.