TangerangNews.com

Indonesia Produsen CPO Terbesar di Dunia, tapi Rakyatnya Kesulitan Minyak Goreng

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 26 Maret 2022 | 12:54 | Dibaca : 485


Ilustrasi Warga Pandeglang, Banten terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau. (@TangerangNews / Antara)


TANGERANGNEWS.com-Permasalahan kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng yang dialami masyarakat lebih dari dua bulan ini, membuat kalangan Dewan ikut merasa heran dan prihatin.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Mohamad Hekal mengatakan, sudah seharusnya Indonesia sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia tidak mengalami kelangkaan dan ketidakstabilan harga minyak goreng.

"Kenapa isu minyak goreng ini sangat hebat, karena kita ini produsen CPO terbesar di dunia. Seperti banyak orang bilang, tikus mati di lumbung padi,” kata Haekal dalam rilisnya, Sabtu 26 Maret 2022.

Maka dari pada itu, ujar Haekal, pihaknya ingin menggugah seluruh stakeholder untuk bisa saling membantu. “Kita tidak pernah dengar, orang di Arab Saudi mengeluh harga bensin ketinggian. Bahkan di Malaysia kita tidak pernah dengar orang mengeluh harga minyak goreng ketinggian," papar Hekal.

Politisi Partai Gerindra ini menginginkan permasalahan minyak goreng dapat segera diusut tuntas mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan harian rakyat. “Kita ini harus menyuarakan jeritan, apapun yang dirasakan rakyat kepada pemerintah agar tidak ada lagi kesusahan yang dialami oleh rakyat,” tegasnya.

#GOOGLE_ADS#

Adapun anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengusulkan Kementerian Perdagangan untuk bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  melakukan audit investigasi rantai distribusi minyak goreng dari produsen hingga distributor di Tanah Air.

"Saya mengusulkan selain untuk audit harga pokok produksi minyak goreng dengan melibatkan BPKP, saya usulkan kita meminta Kementerian Perdagangan mengaudit investigasi rantai distribusi (minyak goreng) ini dengan BPKP," kata Andre Rosiade dalam rilisnya, Sabtu.

Menurut Andre, langkah tersebut penting untuk menyikapi kelangkaan dan ketidakstabilan minyak goreng yang ada di pasaran hingga saat ini.

Andre juga meminta Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag melakukan pengawalan dan pengawasan yang ketat dalam rangka pelaksanaan pengendalian distribusi dan stabilisasi harga minyak goreng curah dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).