TangerangNews.com

PLN Dukung Batik Rinara Cilegon Jadi Simbol Inklusivitas dan Pemberdayaan di BantenĀ 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 29 Agustus 2025 | 22:43 | Dibaca : 29


PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendukung pengembangan Kawasan Batik Inklusif Rinara di Cilegon (@TangerangNews / Redaksi )


TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendukung pengembangan Kawasan Batik Inklusif Rinara di Cilegon, sebuah ruang kreatif yang melibatkan ibu rumah tangga serta anak-anak berkebutuhan khusus dalam produksi batik khas daerah.

Saat ini, Batik Rinara kini bukan hanya sekadar produk budaya, tetapi juga menjadi simbol keberanian, kemandirian, dan inklusivitas kelompok rentan yang berhasil mandiri lewat karya.

General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin mengatakan, program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang memberdayakan.

“Semisal pada Batik Rinara Cilegon, listrik tidak sekadar menggerakkan mesin jahit, canting listrik, hingga kompor induksi tetapi juga mendorong pemberdayaan yang berdampak. Namun yang lebih penting, listrik menggerakkan hati dan semangat ibu-ibu serta anak-anak istimewa untuk berkarya. Inilah energi yang sesungguhnya,” ujar Joharifin.

Dampak positifnya pun langsung terasa. Jika sebelumnya produksi 100 lembar batik memakan waktu hingga tiga bulan, kini cukup sebulan saja berkat pemanfaatan peralatan berbasis electrifying lifestyle. 

Bahkan, salah satu siswa Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) 01 Cilegon, Iman, berhasil meraih medali dalam lomba membatik tingkat provinsi hingga nasional.

“Setiap goresan batik mereka adalah kisah perjuangan, keberanian, dan cinta budaya. Kami di PLN merasa terhormat bisa mendampingi perjalanan ini,” tambah Joharifin.

Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Pandu Satria Jati

menyampaikan, program seperti Batik Rinara membuktikan TJSL PLN berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami mengapresiasi PLN UID Banten yang mampu menghadirkan program inklusif dengan nilai kemanusiaan tinggi. Batik Rinara bukan hanya mendukung UMKM, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang,” ujar Pandu.

Sementara itu, Tenaga Ahli BP Taskin Real Rahadinnal menila, program ini sejalan dengan strategi nasional pengentasan kemiskinan. Sebab, melibatkan peran aktif sektor swasta dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Model ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain dalam menciptakan program inklusif yang berdampak langsung. BP Taskin akan terus memantau implementasi di daerah sebagai bagian dari laporan kepada Presiden,” jelas Real.

Batik Rinara sendiri sudah menorehkan prestasi, dengan meraih penghargaan GOLD dalam ajang Bina Mitra UMKM 2024. PLN UID Banten memastikan akan terus melakukan pendampingan agar Batik Rinara mampu menembus pasar nasional dan menjadi ikon inklusivitas dari Banten.