TangerangNews.com

Hipdut sebagai Identitas Gen-Z dalam Musik dan Fashion

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 5 Desember 2025 | 14:23 | Dibaca : 360


Najwa Miftahul Nur'aini, Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNTIRTA. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


Oleh: Najwa Miftahul Nur'aini, Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNTIRTA

 

TANGERANGNEWS.com-Di era digital saat ini, perkembangan teknologi dan arus globalisasi semakin pesat. Budaya luar negeri jadi semakin mudah masuk ke dalam negeri melalui teknologi. Salah satu yang di soroti saat ini yaitu genre musik. Musik saat ini semakin banyak di gemari karena banyak lagu-lagu baru yang dibuat relate ataupun yang nikmat di dengar dari segi instrumennya maupun liriknya.

Salah satu genre yang sedang marak di Indonesia kini yaitu adalah Hipdut atau Hip-hop Dangdut. Perpaduan antara dua genre itu awalnya memang dirasa aneh namun kini menjadi suara baru yang dinikmati para kalangan anak muda (Gen-Z). Genre baru yang segar itu memberikan insight baru tentang dunia fashion juga. Fashion saat ini juga banyak dipengaruhi dari gaya pakaian luar negeri yang dibawa masuk melalui globalisasi. Sehingga kini cara berpakaian itu menjadi suatu tempat atau wadah bagi Gen-Z untuk mengekspresikan diri terkait kesukaan mereka terhadap style tersebut. 

Musik dan gaya pakaian itu bukan hanya sekadar hiburan atau estetika visual, namun itu juga membentuk suatu identitas dan itu merupakan cara berkomunikasi melalui musik dan pakaian mereka di ruang lingkup sosial modern ini. Saat ini mereka tidak terlalu memusingkan tentang pandangan orang lain, yang terpenting mereka bisa nyaman dan merasa gaya berpakaian mereka adalah jati diri sesungguhnya.

 

Hip-hop x Dangdut, Kombinasi Mantul atau Justru Hancur?

 Hip-hop itu adalah genre yang rebel dan punya beat yang kuat, sedangkan dangdut adalah genre yang ramah dan familiar di kehidupan kita. Namun saat dua genre yang saling bertolak belakang ini disatukan, membentuk genre baru yang ternyata mudah diterima oleh siapa saja. Karena penyebarannya melalui platform digital seperti Instagram, Tiktok, dan lainnya itu sangat cepat membuat genre Hipdut ini menyebar luas dan viral. Memang awalnya masih dirasa ini adalah musik yang aneh dan unik, namun justru keunikan itulah yang membuat hipdut ini dinilai “candu” oleh Gen-Z. Dan hipdut kini tidak hanya dinilai sebagai musik saja, tapi juga sebagai gaya hidup.

 

Fashion & Musik = Bahasa Baru Gen-Z?

 Berkomunikasi itu bukan hanya sekedar bagaimana kita berbicara atau bercakap. Dari segi berpakaian pun kita bisa berkomunikasi non-verbal yang menunjukkan siapa jati diri kita, apa yang kita suka dengan berpakaian seperti ini, dan bagaimana cara sudut pandang kita tentang dunia saat ini. Seperti penggemar hipdut, mereka cenderung memakai pakaian yang santai seperti kaos oversized, celana cargo, topi, bandana, hingga aksesoris lainnya. Karena penampilan dari cara mereka berpakaian itu memperlihatkan mereka menjadi bagian dari penikmat genre music tersebut.

 Media sosial sangat berperan penting dalam menyebarkan hal ini. Satu outfit bisa membuat ratusan orang terinspirasi dan mix and match sesuai dengan cirri khas diri mereka masing-masing. Bahkan influencer pun lebih banyak yang menyebarkan gaya pakaian yang lebih dekat dengan pakaian yang tren saat ini dibanding yang terlalu terpaku seperti di majalah. Dan itu memberi kesan ke banyak orang kalau pakaian seperti penggemar hipdut itu mudah dipakai, sesuai dompet, dan fleksibel di segala aktivitas. Selain dari itu, ini menunjukkan kalau kalangan Gen-Z itu semakin bisa mengekspresikan diri tanpa takut di judge. Itu semakin terlihat jika fashion itu bukan hanya sekedar gaya tapi juga cara berkomunikasi tanpa perlu mengucapkan sepatah kata apapun.