TANGERANGNEWS.com-Bau busuk yang menyengat dari tumpukan sampah akhirnya memicu amarah warga. Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Serpong menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis, 18 Desember 2025.
Sebagai simbol protes, warga membawa keranda mayat berwarna cokelat bertuliskan "Serpong Bebas Bau". Lalu, mereka juga membuang tumpukan sampah di depan gerbang, sebagai bentuk protes keras terhadap buruknya penanganan sampah Pemkot Tangsel.
Ketua Forum Peduli Serpong, Abdul Manaf mengkritik ketergantungan pemerintah pada TPST3R yang dianggap tidak menyentuh akar masalah.
Selain itu, metode menutup tumpukan sampah dengan terpal bukanlah solusi.
"Sampah harus dikerjakan dari hulu hingga hilir. TPST3R hanya mengolah di bawah, tapi residunya tetap lari ke TPA Cipeucang," tegas Abdul Manaf di tengah kerumunan massa.
Ajukan 12 Tuntutan
Massa aksi tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menyodorkan 12 tuntutan kepada pemerintah daerah, di antaranya:
27 Armada Baru Dikerahkan
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengklaim telah mulai bergerak sejak Rabu 17 Desember 2025.
Sebanyak 27 armada baru dan 54 amrol dikerahkan ke 7 kecamatan untuk mengangkut sampah secara bertahap.
Kepala Diskominfo Kota Tangsel Tb. Asep Nurdin meminta warga bersabar karena proses pembersihan membutuhkan waktu.
"Pengangkutan kami lakukan bertahap mempertimbangkan kapasitas armada. Kami pastikan proses ini terus berjalan sampai kondisi kembali normal," jelasnya.