TangerangNews.com

Tangsel Darurat Sampah, Pengamat Sebut Pemkot Gagal dan Desak Copot Pejabat DLH

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 18 Desember 2025 | 22:39 | Dibaca : 226


Petugas DLHK Kota Tangsel menyemprot sampah dengan cairan disinfektan untuk mengurangi bau. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Tumpukan sampah yang menghiasi berbagai ruas jalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan sekadar masalah aroma tak sedap, melainkan cermin rapuhnya tata kelola pemerintahan.

Hal ini ditegaskan oleh Pengamat Politik dan Hukum Fernando Emas, menyikapi krisis sampah yang tak kunjung usai.

"Kondisi ini sebagai bentuk kegagalan nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam menjaga kualitas hidup warganya," katanya, Kamis 18 Desember 2025.

Menurut Fernando ada dua hal yang menyebabkan sampah meluap ke jalanan. Pertama lemahnya regulasi dalam menindak tegas pelaku yang membuang sampah sembarangan.

Ia menyarankan Pemkot segera memasang CCTV di titik rawan dan menerapkan Perda yang lebih galak.

Penumpukan di jalanan juga diduga merupakan bentuk protes warga karena sampah di lingkungan rumah mereka tak kunjung diangkut.

"Keterlambatan pengambilan sampah memicu warga membuangnya ke jalanan. Ini soal manajemen yang tidak berjalan optimal," tegas Fernando.

 

Wali Kota Didesak Copot Pejabat DLH

Kritik tajam diarahkan langsung kepada kepemimpinan di Tangsel. Fernando mendesak Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Wali Kota harus evaluasi total. Jika memang terbukti tidak mampu, pergantian Kepala Dinas hingga Kepala Bidang Kebersihan perlu dilakukan demi perbaikan pelayanan publik," ujarnya.

Bagi Fernando, masalah sampah adalah ujian keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Ia mendorong DPRD dan Pemkot Tangsel untuk segera duduk bersama mencari solusi permanen sebelum estetika kota benar-benar hancur oleh tumpukan limbah.

"Penanganan sampah bukan hanya soal teknis, tapi soal kepemimpinan, pengawasan, dan komitmen terhadap kualitas hidup warga," pungkasnya.