TangerangNews.com

Kerja Sama Sampah Tangsel Berlanjut, Kota Serang Dapat Rp57 Miliar Per Tahun

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 1 Januari 2026 | 22:04 | Dibaca : 60


Tumpukan Sampah di TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangsel, Senin 22 Desember 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Wali Kota Serang, Budi Rustandi menegaskan bahwa kesepakatan ini diambil dengan mengedepankan rasa kemanusiaan dan kehati-hatian, terutama bagi warga di sekitar TPSA Cilowong.

Budi menyatakan bahwa dirinya sangat memahami kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan, seperti bau maupun potensi pencemaran.

Oleh karena itu, ia menjamin suara warga akan menjadi kompas utama dalam pelaksanaan kerja sama ini.

"Kami mendengar suara masyarakat. Kekhawatiran soal dampak lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan warga adalah hal yang wajar. Pemerintah hadir bersama warga, tidak ada kebijakan yang dijalankan tanpa mempertimbangkan dampaknya," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu 31 Desember 2025.

 

Subsidi Kesehatan dan Dana Kompensasi

Dalam kesepakatan terbaru ini, Kota Serang dipastikan menerima kucuran bantuan keuangan khusus sebesar Rp65 miliar dan proyeksi retribusi sebesar Rp57 miliar per tahun dari Pemkot Tangsel.

Budi menegaskan, prioritas utama dari dana ini adalah untuk memuliakan dan menjamin kesejahteraan warga terdampak.

"Kompensasi ini kami prioritaskan untuk mengakomodasi keluhan warga, seperti pemberian subsidi dan pelayanan kesehatan gratis. Kami ingin warga merasa tenang dan terlindungi secara medis," jelas Budi.

Selain bantuan kesehatan, dana yang nilainya bahkan melampaui anggaran pembangunan jalan di Dinas PUPR Kota Serang ini, akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

"Dana ini kami kembalikan untuk rakyat dalam bentuk perbaikan jalan kota dan lingkungan, drainase untuk mencegah banjir, pembangunan depo sampah, hingga sarana ibadah agar masyarakat lebih nyaman," tambahnya.

 

Modernisasi Alat dan Lingkungan Hijau

Tak hanya fokus pada kompensasi sosial, Pemkot Serang juga melakukan langkah teknis untuk memastikan TPSA Cilowong tetap ramah lingkungan. Budi merinci adanya pengadaan alat berat tambahan serta penataan sistem pengolahan limbah.

"Kami akan melakukan modernisasi alat berat untuk penataan sampah. Kami juga membangun sistem pengolahan lindi (air sampah) agar tidak mencemari pemukiman, serta melakukan penanaman pohon penyangga di sekeliling kawasan," kata Budi.

Ia menyebut sinergi ini sebagai bentuk gotong royong antar-daerah di Provinsi Banten untuk mengatasi darurat sampah perkotaan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

 

Menuju Energi Baru Terbarukan

Kerja sama ini juga menjadi kunci bagi kesuksesan Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang. Budi mengungkapkan, kehadiran tambahan sampah dari Tangsel justru menjadi "gayung bersambut" untuk operasional teknologi tersebut.

Saat ini, produksi sampah di Kota Serang baru mencapai 419 ton per hari, sementara mesin PSEL membutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari agar dapat beroperasi secara optimal menghasilkan listrik.

"Kerja sama ini bukan memindahkan masalah, tetapi bagian dari ikhtiar bersama agar pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan berkelanjutan. Dengan pasokan yang cukup, kita bisa mengubah masalah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi semua," pungkas Budi.