TangerangNews.com

Sosialisasi Empat Pilar di Tangerang, Habib Idrus Ajak Warga Jadikan Toleransi Sebagai Kebiasaan

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 6 Januari 2026 | 17:32 | Dibaca : 69


Anggota MPR RI Habib Idrus sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap XI Tahun 2025 di wilayah Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap XI Tahun 2025 yang digelar di wilayah Tangerang menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat simpul persatuan.

Dalam diskusi yang berlangsung selama empat jam tersebut, isu toleransi dan keberagaman menjadi magnet utama bagi 150 peserta yang hadir dari berbagai latar belakang.

Acara ini bukan sekadar pemaparan teori, melainkan ruang dialog yang sehat. Sejumlah peserta aktif membagikan pandangan mereka mengenai dinamika sosial saat ini, terutama mengenai pentingnya menjaga harmoni di tengah tajamnya perbedaan pandangan.

Anggota MPR RI Habib Idrus menegaskan bahwa keberagaman adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut harus dikelola dengan bijak agar tidak menjadi benih perpecahan.

"Perbedaan itu bukan ancaman, justru kekuatan kalau kita rawat dengan sikap saling menghormati," ujarnya hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika, bersama Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, merupakan fondasi utama yang memposisikan keberagaman sebagai energi pemersatu bangsa.

 

Membangun Toleransi dari Lingkungan Terdekat

Diskusi berjalan dinamis saat para peserta menceritakan pengalaman nyata mereka hidup berdampingan dalam perbedaan.

Menanggapi hal tersebut, Habib Idrus mengingatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak akan berarti tanpa adanya aksi nyata.

"Toleransi itu bukan slogan, tapi kebiasaan yang dilatih setiap hari," tegasnya.

Ia  juga mengajak seluruh peserta untuk mulai menerapkan nilai-nilai Empat Pilar tersebut dari lingkungan yang paling kecil, yakni keluarga dan tetangga sekitar.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pesan kuat bahwa Empat Pilar MPR RI akan terus menjadi panduan abadi dalam merawat tenun kebangsaan dan menjaga kedaulatan NKRI di tengah zaman yang terus berubah.