TangerangNews.com

Gundukan Sampah Meluber ke Jalan Sentiong Balaraja, 7 Tahun Warga Diteror Bau Busuk

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 8 Januari 2026 | 20:57 | Dibaca : 137


Tumpukan sampah meluber di sepanjang Jalan Baru Sentiong, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang mulai habis kesabaran. Sudah tujuh tahun lamanya, pemandangan kumuh dan bau menyengat dari tumpukan sampah di sepanjang Jalan Baru Sentiong menjadi pemandangan sehari-hari bagi mereka.

Pantauan di lokasi pada Kamis, 8 Januari 2026, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Limbah rumah tangga tampak menggunung di tiga titik berbeda, bahkan meluber hingga memakan sebagian badan jalan.

Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tapi juga mengancam keselamatan pengendara.

 

Spanduk Larangan Malah Dibakar

Trisna, salah satu warga sekitar, mengungkapkan bahwa masalah ini sudah muncul sejak 2019. Ia menyebut mayoritas pembuang sampah bukanlah warga setempat, melainkan oknum luar desa yang beraksi saat malam hari.

Upaya warga untuk menghentikan aksi buang sampah sembarangan pun kerap berujung sia-sia.

"Kami sudah pasang spanduk larangan, tapi bukannya ditaati, spanduknya malah dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab," keluh Trisna.

Selain bau busuk, tumpukan sampah ini membuat jalanan rawan kecelakaan, terutama saat hujan.

"Air sering tergenang karena saluran tersumbat sampah, membuat aspal menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara motor," tambahnya.

Sementara pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya dilakukan tiap hari minggu. Bagi warga, frekuensi tersebut jauh dari cukup.

"Kalau cuma seminggu sekali, kapan bersihnya? Setiap hari sampah baru terus berdatangan," tegas Trisna menagih ketegasan pemerintah.

Hingga kini, warga Desa Tobat hanya bisa berharap ada solusi permanen, baik berupa pengawasan ketat terhadap oknum pembuang sampah maupun pembersihan total, agar Jalan Baru Sentiong bisa kembali bersih dan nyaman dilalui.

 

DLH Mengaku Kewalahan

Menanggapi keluhan menahun ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengakui adanya kendala teknis di lapangan.

Menurutnya, keterbatasan armada dan personel membuat pihaknya belum bisa menangani sampah tersebut secara maksimal setiap hari.

"Sampah harian mungkin bisa terangkut, tapi gunungan sampah yang sudah bertahun-tahun itu butuh penanganan khusus dan alat berat. Kami harus melakukan gempuran tersendiri di luar jadwal rutin," ujar Ujat.

‎Selain itu, menurut Ujat, kebiasaan masyarakat membuang sampah di lokasi itu juga menjadi kendala bagi petugas. Pasalnya volume sampah semakin menumpuk setiap harinya. 

‎"Kalau sampah barunya sih terangkut semua dalam satu hari itu, tapi sampah yang lama itu enggak bisa terangkut," ucapnya.

Saat ini, DLH hanya sanggup melakukan sekali pengangkutan dalam satu minggu. "Makanya kenapa kita angkut hari Minggu itu sebenarnya kan libur, tetapi kita laksanakan gempuran di titik-titik tertentu yang tidak mungkin terlayani secara reguler harian," tutupnya.