TangerangNews.com

Pemkot Tangsel Tambah Bantuan Logistik 50 KK Terdampak TPA Cipeucang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 11 Januari 2026 | 10:56 | Dibaca : 89


Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Serpong Utara, Rabu 5 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menambah volume bantuan logistik bagi warga yang tinggal di zona terdampak langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Keputusan ini diambil untuk merespons kebutuhan mendasar 50 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi, terdapat peningkatan signifikan pada penyaluran air mineral. Jika sebelumnya warga hanya mendapatkan dua galon per minggu, mulai pekan ini jumlahnya dinaikkan menjadi empat galon per KK setiap minggunya selama satu bulan ke depan.

Selain air bersih, bantuan pangan berupa 5 kilogram beras per KK juga disalurkan secara rutin melalui sinergi antara Pemkot Tangsel dan Baznas.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan langsung oleh warga.

Melalui sambungan video call, Benyamin menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk memastikan distribusi bantuan tidak terhambat.

"Kami mendengar aspirasi warga. Bantuan kemanusiaan ini resmi diperpanjang untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi," ujar Benyamin saat berdialog dengan warga.

 

Layanan Kesehatan Jemput Bola

Selain bantuan logistik, pemantauan kondisi fisik warga juga menjadi prioritas. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan keliling secara langsung (jemput bola).

Langkah preventif ini dilakukan guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan lingkungan di sekitar area TPA.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel TB Asep Nurdin yang hadir langsung di lokasi, menegaskan pentingnya eksekusi lapangan yang tepat sasaran.

"Koordinasi antarlembaga diperlukan agar bantuan teknis sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan," katanya.

Siti Murni, Ketua RT 03/04 Kelurahan Serpong, mengkonfirmasi bahwa penambahan bantuan tersebut sangat dinantikan oleh warganya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih dan pangan merupakan kebutuhan mendesak bagi keluarga yang terdampak langsung operasional pembuangan sampah tersebut.

"Kami bersyukur permohonan untuk tambahan air bersih dan beras dikabulkan. Kehadiran petugas di lapangan juga memberikan kepastian bagi warga kami," tutup Siti.