TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat melakukan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Influenza A (H3N2) subclade K, atau yang lebih dikenal sebagai Super Flu.
Meski saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Tangsel, Pemkot berkomitmen memperketat pengawasan agar ledakan kasus seperti pandemi Covid-19 tidak terulang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan bahwa hingga Selasa 13 Januari 2026, situasi di lapangan masih terkendali.
"Saat ini di Kota Tangsel kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut," ujar Allin.
Menurutnya, langkah deteksi dini sebenarnya telah berjalan setahun terakhir. Sejak awal 2025, Puskesmas Serpong 1 telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai pusat pelayanan Influenza Like Illness (ILI).
"Setiap pasien dengan gejala yang mencurigakan langsung menjalani pemeriksaan intensif. Sampel hasil skrining tersebut dikirim secara berkala ke Laboratorium Kemenkes untuk dipantau perkembangannya," kata Allin.
Ciri Gejala Super Flu
Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada. Menurut dr. Allin, gejala Super Flu H3N2 memiliki kemiripan dengan flu biasa, di antaranya demam tinggi, batuk dan pilek serta sakit tenggorokan.
"Berdasarkan data WHO dan Kemenkes, gejalanya tidak separah Covid-19 dan yang terpenting tidak menyebabkan fatalitas atau kematian," tambahnya.
Agar tidak terjadi lonjakan kasus, Dinkes Tangsel memastikan seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) siap menampung dan menangani pasien jika terjadi peningkatan kasus secara mendadak.
Selain itu, menggencarkan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai cara paling efektif memutus rantai penularan virus influenza tipe A ini.
"Pemkot Tangsel mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala flu yang tidak kunjung sembuh, guna memastikan penanganan yang tepat sejak dini," tutup Allin.