TangerangNews.com

Belum Ada Bantuan, Korban Banjir Perumahan Taman Cikande Dirikan Posko Sendiri

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:09 | Dibaca : 75


Posko mandiri warga terdampak banjir di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Rabu 14 Januari 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Warga Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, berinisiatif membangun sendiri posko sebagai dapur umum dan tempat pengungsian secara swadaya akibat banjir yang terjadi pada Rabu 14 Januari 2026.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, antara 70 sentimeter hingga 2 meter.

Banjir ini dipicu luapan aliran Sungai Cidurian ini sudah berlangsung sejak Minggu 11 Januari 2026  hingga hari ini, Rabu 14 Januari 2026.

‎Beberapa warga telah mengungsi ke rumah kerabatnya. Sementara, sebagian warga lainnya masih bertahan di rumahnya masing-masing dan masih menunggu bantuan dari pemerintah.

Bahkan untuk evakuasi korban terdampak banjir, warga membuat perahu darurat yang terbuat dari bambu dan galon.

‎Pada Rabu siang, warga bergotong royong mendirikan posko yang digunakan sebagai tempat pengungsian sekaligus lokasi dapur umum.

‎Ketua RW 03 Victor Silaen mengatakan, banjir di Perumahan Taman Cikande Tangerang merendam 10 RT di 2 RW dengan jumlah terdampak sebanyak 222 kepala keluarga.

‎"Banjir ini sudah berlangsung tiga hari, tapi bantuan belum ada," katanya.

‎Victor menjelaskan, ratusan keluarga terdampak banjir tersebut telah diungsikan ke tempat pengungsian dan ke rumah warga yang tidak terendam.

‎"Kita membangun tenda pengungsian secara swadaya sekaligus bisa digunakan untuk dapur umum," jelasnya.

‎Victor menuturkan, warga yang terdampak masih belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah. Menurutnya, para korban banjir membutuhkan bantuan sembako dan obat-obatan. 

‎"Bantuan perahu karet untuk evakuasi pun belum ada, dari kemarin kita pakai perahu bambu. Hingga saat ini, kami masih menunggu kehadiran pemerintah," tutupnya.