TangerangNews.com

Andra Soni Tanggapi Video Perbandingan Jalan Perbatasan di Lebak Masih Tanah dengan Bogor Beraspal

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24 | Dibaca : 41


Viral video yang memperlihatkan perbatasan antara Provinsi Banten dengan Jawa Barat (Jabar), tepatnya di Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebak, Banten. Di Banten, jalanannya masih tanah merah sedangkan di Jabar sudah aspal hitam. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Sebuah video yang memperlihatkan kontras kondisi jalan di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat menjadi sorotan warganet. 

Video itu menampilkan perbedaan mencolok antara ruas jalan tanah merah di wilayah Banten dengan jalan beraspal hitam mulus di wilayah Jawa Barat.

Diketahui, lokasi video tersebut berada di Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebak, Banten.

Video tersebut direkam oleh Muhammad Zaenudin, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak, pada Kamis, 8 Januari 2025. 

Dalam rekamannya, terlihat jelas batas administratif dua provinsi yang diikuti perbedaan kualitas infrastruktur jalan.

“Saya selaku warga yang sehari-hari melintasi jalanan utama merasa resah melihat perbedaan infrastruktur itu,” ujar Zaenudin, dikutip dari Kumparan, Selasa, 14 Januari 2026.

Zaenudin menjelaskan, jarak antara rumahnya di Desa Banjarsari dengan titik perbatasan Banten–Jawa Barat di Lebakgedong sekitar 7,5 kilometer. 

Sementara dari Lebakgedong menuju kantor desa terakhir di wilayah Jawa Barat, yakni Desa Cileuksa, Kabupaten Bogor, berjarak sekitar 15 kilometer.

Menurut dia, di sisi Banten sebenarnya sudah ada pengerjaan jalan, namun panjangnya masih terbatas dan belum menyentuh area perbatasan.

“Itu kan perlintasan antara dua provinsi. Di wilayah Banten sudah ada pengerjaan jalan tapi cuma sekitar 400 meter saja, tidak sampai tembus ke sana (perbatasan dengan Jabar),” ujarnya.

Menanggapi itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, pemerintah provinsi tengah berupaya merealisasikan janji pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut, khususnya pada ruas yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Andra menyebut, pengerasan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan status kawasan serta kondisi warga yang masih tinggal di hunian sementara. 

Ia menjelaskan, proses pembangunan sempat menyesuaikan dengan pekerjaan infrastruktur dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau soal jalannya itu janji kami. Cuma kemarin kami harus muter jalannya karena ada pengerjaan dari wilayah Kabupaten Bogor,” kata Andra. 

Andra mengungkapkan, anggaran pengerasan jalan di lokasi tersebut mencapai Rp400 juta yang bersumber dari anggaran perubahan tahun 2025.

Pemerintah Provinsi Banten juga merencanakan penambahan anggaran untuk melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer.

“Tahun lalu sudah mulai (pengerasan), tapi berhubung ada kelangkaan material kemarin. Tahun ini diteruskan pengerasan jalannya. Jadi jalan ini dikerasin sampai betul-betul siap dibangun, ada tahapannya,” ujar Andra.