TangerangNews.com

15 Sekolah di Kabupaten Tangerang Belajar Daring Gegara Terendam Banjir

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 15 Januari 2026 | 21:37 | Dibaca : 65


Warga terdampak banjir di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis 15 Januari 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 15 sekolah jenjang SD dan SMP harus mengalihkan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) akibat terdampak banjir. 

‎"Untuk SD ada 12 sekolah yang terdampak, sedangkan SMP ada 3, dan Kepala Dinas Pendidikan juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah-sekolah yang terdampak" ujar Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Agus Supriatna, Kamis 15 Januari 2026.

‎Ia mengatakan, sekolah-sekolah yang diharuskan melakukan pembelajaran jarak jauh didominasi di wilayah Tangerang Utara. 

‎"Kebanyakan yang belajar daring berada di wilayah Pantura seperti Pakuhaji, Kosambi dan Kresek," katanya. 

‎Menurutnya, alasan para siswa diharuskan belajar daring dikarenakan banyak gedung sekolah yang umurnya sudah tua, sehingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. 

‎"Khawatir mungkin dari bangunannya juga nanti kalau dipaksa belajar khawatir ada atap yang bocor ataupun hal lain yang tidak diinginkan, mengingat beberapa sekolah usianya sudah cukup tua," jelasnya. 

‎Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk membuat biopori di sekolah-sekolah yang sering terdampak banjir. 

‎"Kita akan buat biopori untuk serapan-serapan air dan mungkin kita juga akan menormalisasi saluran-saluran yang ada disekitar sekolah itu," tuturnya.

‎Selain itu, kata Agus, pihaknya sudah membuat para guru di sekolah-sekolah itu Work From Anywhere, sehingga para guru tidak diperlukan lagi untuk pergi ke sekolah.

‎"Para guru sudah WFA, tapi mereka juga dibuatkan jadwal piket untuk memantau sekolah, jangan sampai sekolah itu kosong sama sekali," tutupnya.