TangerangNews.com

Ini Bacaan Doa Mustajab di Malam 27 Rajab Isra Mi'raj 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 16 Januari 2026 | 12:36 | Dibaca : 78


Seorang muslim ketika beribadah memanjatkan doa kepada yang maha kuasa. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )


TANGERANGNEWS.com- Di antara amalan yang dianjurkan pada bukan Rajab, khususnya bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, adalah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.

Seperti diketahui, Isra Mi'raj 27 Rajab 1447 Hijriah diperingati bertepatan pada Jumat, 16 Januari 2026.

Namun, sebagian kalangan memaknai malam 27 Rajab lebih awal, yakni Kamis malam Jumat, 15 Januari 2026, sehingga waktu peringatannya dipahami tidak seragam.

Meski demikian, perbedaan penentuan waktu itu tidak mengurangi makna Rajab sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam seperti dilansir dari NU Online. 

Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam karyanya Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar menjelaskan keutamaan doa pada malam 27 Rajab. 

Pandangan itu dikutip oleh seorang pengajar Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Durjan Kokop, Bangkalan, Jawa Timur, dalam artikelnya yang terbit Kamis, 15 Januari 2026.

“Barangsiapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah," tulisnya mengutip keterangan dalam kitab tersebut.

Doa yang dimaksud dibaca secara khusus pada malam 27 Rajab sebagai bentuk pengharapan agar hajat dipermudah. Lafal doa tersebut berbunyi:

اللَهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

 

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.

Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”

Dalam penjelasan yang merujuk pendapat Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i, disebutkan bahwa doa ini memiliki faedah besar bagi siapa saja yang mengamalkannya pada tanggal 27 Rajab.

“Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati,” katanya.

Selain memperbanyak doa, momentum Isra Mi’raj juga dipandang tepat untuk memperdalam pemahaman tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. 

Membaca dan menelaah sejarah Rasulullah dinilai dapat menumbuhkan kecintaan sekaligus mempererat kedekatan spiritual umat dengan Nabi, sejalan dengan semangat peringatan Isra Mi’raj yang sarat makna keimanan dan keteladanan.