TangerangNews.com

Tangsel Darurat Sampah, Andra Soni Kirimkan Fasilitas Pengolah 100 Kg Sampah Jadi Pupuk dan Biogas

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 18 Januari 2026 | 21:44 | Dibaca : 53


Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas bantuan dari Gubernur Banten Andra Soni untuk membantu menyelesaikan darurat sampah di Tangsel, Minggu 18 Januari 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Masalah tumpukan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat perhatian serius dari Gubernur Banten Andra Soni.

Sebagai langkah konkret jangka pendek, ia memberikan bantuan berupa unit Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas kepada masyarakat, salah satunya di wilayah Serpong, Minggu 18 Januari 2026.

Bantuan teknologi tepat guna ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan bersumber dari dana pribadi Andra Soni untuk mendorong Kota Tangsel mengatasi darurat sampah..

 

Olah Sampah Jadi Sampah Pupuk Cair dan Gas 

Alat inovatif ini dirancang untuk mampu mengolah hingga 100 kg sampah organik per hari. Tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang, teknologi ini memberikan manfaat langsung bagi dapur warga.

"Alat ini bisa menghasilkan gas untuk memasak selama 30-60 menit setiap harinya, dan juga menghasilkan pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman di lingkungan warga," Ade Yunus, Ketua Banksasuci Foundation sekaligus inisiator alat tersebut, Minggu 18 Januari 2026

Menurut, Ade Yunus melalui fasilitas ini, Andra Soni ingin ada langkah konkret sambil menunggu operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Cipeucang.

"Beliau ingin sampah dikurangi langsung dari sumbernya," ujarnya.

 

Fokus pada Edukasi, Bukan Sekadar Bagi Alat

Ade menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada penyediaan alat, melainkan pada perubahan perilaku masyarakat.

Atas arahan Gubernur, Banksasuci akan melakukan pendampingan berkelanjutan agar semangat zero waste benar-benar terwujud.

"Kalau sekadar alat siapapun bisa buat. Tantangannya adalah edukasi agar masyarakat konsisten mengelola sampah dari rumah, sehingga hanya residunya saja yang sampai ke TPA," tambah Ade.

 

Angin Segar Bagi Penggiat Bank Sampah

Bantuan ini disambut antusias oleh para penggiat lingkungan. Anita Yuliana, Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, mengaku bantuan ini menjadi suntikan semangat baru setelah sebelumnya mereka sempat kesulitan mengelola sampah organik melalui metode maggot.

"Budidaya maggot butuh ketekunan khusus dan tidak mudah. Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur, bantuan toren POC dan pendampingan ini sangat membantu kami yang terus bergerak di tengah kondisi darurat sampah," ungkap Anita.

Dengan adanya kolaborasi antara dukungan fasilitas dan edukasi ini, diharapkan volume sampah organik di Tangsel dapat ditekan secara signifikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.