TANGERANGNEWS.com-Pesawat ATR 42-500 milik Maskapai Indonesia Air Transport yang sempat dilaporkan hilang kontak saat terbang dengan rute Yogyakarta - Makassar pada Sabtu 17 Januari 2026, akhirnya berhasil ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Senin 19 Januari 2026.
Diketahui pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Pesawat dikemudikan oleh Capt. Andy Dahananto yang merupakan seorang warga Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan pantauan Tangerangnews di kediaman Captain Andy Dahananto, aktivitas tampak sepi. Terlihat dua orang di dalam rumah bewarna putih itu. Keduanya merupakan anak dan saudara ipar dari Andy. Namun, pihak keluarga masih belum bisa memberikan keterangan kepada awak media.
Terlihat tenda tampak terpasang di depan kediamannya. Selain itu, terdapat satu buah karangan bunga ucapan berbela sungkawa dari Presiden Direktur Lion Group, Captain Daniel Putut.
Ketua RW 03 Asep Syaiful membenarkan Captain Andy Dahananto merupakan warga perumahan PWS Tigaraksa dan telah lama tinggal di komplek tersebut.
"Memang betul Pak Andy ini merupakan warga kami yang telah lama tinggal di RT 06 RW 03, beliau mendapatkan musibah kecelakaan pesawat yang ia bawa di daerah Makassar," ungkap Asep pada Senin 19 Januari 2026.
Asep menuturkan, istri dan anak pertama Captain Andy tengah berangkat menuju Makassar untuk menjalani pemeriksaan kecocokan DNA dengan jenazah korban yang telah ditemukan.
"Kami para warga juga sedang menunggu kabar dari Makassar, kebetulan anak dan istrinya sudah berangkat ke Makassar tadi untuk mengidentifikasi korban," jelas Asep.
Asep menambahkan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Didit Heridiawan telah mendatangi kediaman Captain Andy pada Minggu 19 Januari 2026.
Berdasarkan informasi, sampai saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah pecahan pesawat serta satu jenazah korban yang sedang dalam proses identifikasi.
Proses evakuasi masih mengalami hambatan akibat cuaca buruk dan medan ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung.