TANGERANGNEWS.com-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat ada sebanyak 29,5 hektare area persawahan di daerahnya yang gagal panen akibat terendam banjir.
"Dari 804 hektare sawah yang terdampak banjir, 29,5 hektarenya mengalami puso," kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pangan dan Holtikultura pada DPKP Kabupaten Tangerang Bambang, Selasa 20 Desember 2026.
Bambang menuturkan, ratusan hektare sawah itu terendam banjir yang terjadi periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Lokasinya tersebar di 15 kecamatan dari total 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, yaitu Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk dan Sukamulya.
"Sawah yang terdampak itu ada di 39 desa di 15 kecamatan," jelasnya.
Bambang mengungkapkan, rata-rata persawahan yang terdampak merupakan sawah dengan kultivar inpari, ciherang, dan mekongga.
"Yang paling banyak terdampak itu di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Di sana ada 107 hektare sawah varietas inpari dan ciherang," ungkapnya.