TangerangNews.com

Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Ini Kata BMKG

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 22 Januari 2026 | 09:48 | Dibaca : 3125


Ilustrasi hujan lebat. (Istimewa / @TangerangNews.com)


TANGERANGNEWS.com- Hingga memasuki awal tahun 2026, hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi di banyak wilayah Indonesia. Kondisi cuaca basah yang berkepanjangan ini berdampak pada aktivitas harian masyarakat dan memicu kekhawatiran terhadap risiko banjir serta longsor, terutama di daerah rawan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pola musim di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika angin monsun. 

Secara umum, musim kemarau biasanya terjadi antara April hingga Oktober ketika angin kering dari Australia mulai mendominasi wilayah Indonesia. Namun, peralihan musim tidak selalu berjalan seragam di setiap daerah.

BMKG mencatat, hingga triwulan pertama 2026, curah hujan masih berada pada level tinggi di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan masih mengalami hujan lebat hingga Maret. 

Kepala BMKG Teuku Faisal mengungkapkan, intensitas hujan belum menunjukkan penurunan signifikan di awal tahun.

“Bulan Maret terjadi curah hujan yang tinggi hingga sangat tinggi, khususnya di daerah Jawa Tengah,” kata Teuku Faisal, dikutip dari Kumparan, Kamis, 22 Januari 2026.

Meski demikian, BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau lebih awal. 

Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim hujan 2025/2026, daerah pesisir timur Aceh, wilayah utara dan timur Sumatra Utara, Riau bagian utara, sebagian Kepulauan Riau, sejumlah wilayah Sulawesi, Maluku, serta pesisir utara Papua Barat Daya diperkirakan mulai beralih ke musim kemarau sejak Februari 2026.

Sementara itu, wilayah lain diproyeksikan baru akan merasakan berakhirnya musim hujan secara bertahap setelah Maret atau April.

Perbedaan waktu tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis serta pola atmosfer regional yang tidak sama.

BMKG juga menjelaskan, kondisi iklim global turut berperan dalam pola cuaca 2026. Hasil pemantauan menunjukkan masih adanya pengaruh La Nina lemah di Samudra Pasifik dengan indeks ENSO tercatat minus 0,77 pada November 2025. 

Fenomena ini diperkirakan bertahan hingga Maret 2026 sebelum berangsur menuju fase netral.

ENSO diprediksi berada dalam kondisi netral mulai Maret hingga April dan bertahan hingga akhir tahun. 

Dengan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami iklim normal sepanjang 2026, termasuk dari sisi curah hujan tahunan.

BMKG memproyeksikan curah hujan tahunan berada di kisaran 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun untuk sebagian besar wilayah. 

Namun, ada pula wilayah tertentu yang berpotensi menerima curah hujan di atas normal, sehingga masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski musim hujan berangsur berakhir.