TANGERANGNEWS.ocm-Masalah kesehatan reproduksi pada wanita, khususnya kista ovarium dan miom, seringkali menjadi kekhawatiran tersendiri.
Namun, minimnya gejala awal membuat banyak wanita baru menyadari kondisi ini saat ukuran massa sudah membesar.
Dokter Spesialis Kandungan Eka Hospital BSD, dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut serta langkah penanganan yang perlu diambil oleh pasien.
Mengenal Kista dan Miom
Dalam penjelasannya, dr. Budi memaparkan bahwa kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Sebaliknya, miom atau mioma uteri merupakan tumor jinak yang tumbuh pada otot rahim.
"Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Kista bersifat cair, sementara miom adalah massa padat yang berasal dari jaringan otot rahim," ujar dr. Budi, Selasa 27 Januari 2026.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Salah satu tantangan dalam mendeteksi kista dan miom adalah sifatnya yang sering kali tidak bergejala (asymptomatic) pada tahap awal. Namun, dr. Budi menekankan beberapa tanda yang patut dicurigai, di antaranya sebagai berikut:
1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Terutama pada kasus miom, pasien sering mengalami pendarahan hebat atau durasi haid yang lebih lama.
2. Nyeri Panggul
Rasa nyeri yang muncul di area perut bawah atau panggul, baik saat menstruasi maupun di luar siklus.
3. Perut Membesar
Jika ukuran kista atau miom sudah cukup besar, pasien mungkin merasakan adanya benjolan atau perut yang tampak membuncit.
4. Gangguan Berkemih
Massa yang menekan kantong kemih dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat.
Menurut dr. Budi, cara terbaik untuk mendeteksi kondisi ini secara dini adalah melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal atau perut secara rutin.
"Hal ini sangat disarankan bagi wanita yang sudah aktif secara seksual atau mereka yang merasakan keluhan pada siklus menstruasi," jelasnya.
Opsi Penanganan
Terkait penanganan, dr. Budi menjelaskan bahwa tidak semua kista atau miom harus segera dioperasi.
"Penanganan tergantung pada ukuran, jenis, dan gejala yang dirasakan pasien. Ada kista fungsional yang bisa mengecil dengan sendirinya, namun ada pula yang memerlukan tindakan pembedahan jika berisiko puntir atau pecah," jelasnya.
Untuk kasus yang memerlukan tindakan, teknologi medis terkini seperti laparoskopi (bedah minimal invasif) kini memungkinkan pengangkatan kista atau miom dengan luka sayatan yang sangat kecil, pemulihan lebih cepat, dan minim rasa sakit.
Sebagai penutup, dr. Budi mengimbau para wanita untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka dan tidak menunda konsultasi ke dokter jika menemukan kejanggalan pada tubuh.