TangerangNews.com

Genjot Kualitas SDM, Tangsel Perluas Akses Beasiswa dan Digitalisasi Pendidikan di 2026

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 28 Januari 2026 | 23:25 | Dibaca : 24


Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyerahkan bantuan beasiswa di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel pada Jumat, 22 Desember 2023. (@TangerangNews / Istimewa )


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas peta pembangunan tahun 2026.

Fokus utama terletak pada perluasan jangkauan beasiswa, penguatan ekosistem digital di sekolah, dan sertifikasi keahlian bagi lulusan muda.

Berdasarkan data awal tahun 2026, Pemkot Tangsel telah mengalokasikan bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) bagi 91.000 siswa di tingkat TK hingga SMP.

Selain itu, program beasiswa khusus juga menyasar 7.500 siswa SMP dan 2.500 siswa dari keluarga prasejahtera guna memastikan keberlanjutan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.

"Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah harga mati. Beliau ingin memastikan generasi penerus di Tangsel tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian yang bersertifikasi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin, Rabu 28 Januari 2026.

 

Fokus Program Pendidikan dan SDM 2026

Memasuki tahun 2026, terdapat beberapa program yang menjadi fokus pengembangan di Tangsel mulai dari Digitalisasi Pendidikan dengan penguatan ekosistem digital dalam seluruh layanan publik dan metode pembelajaran di sekolah.

Pemkot Tangsel juga melanjutkan program beasiswa bagi warga putus sekolah melalui Paket A, B, dan C yang kini telah menjangkau lebih dari 500 warga.

Untuk upaya menekan angka pengangguran terbuka, Pemkot Tangsel menjalankan Program D3 (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan) guna membekali tenaga kerja lokal sertifikasi profesional agar kompetitif di pasar global.

Selain itu juga revitalisasi sarana prasarana di 27 sekolah dan pembangunan ruang kelas baru di titik-titik strategis.

Asep Nurdin menjelaskan bahwa proyeksi tahun 2026 ini merupakan upaya meningkatkan standar hidup masyarakat agar mampu bersaing di level internasional.

"Proyeksi kami di tahun 2026 adalah melakukan penguatan digitalisasi pendidikan. Kami ingin setiap warga Tangsel merasa didampingi oleh pemerintahnya, mulai dari urusan biaya sekolah hingga akses ke perguruan tinggi," ujarnya.

 

Capaian Indikator Kesejahteraan

Upaya masif  di sektor pendidikan ini berdampak langsung pada indikator makro daerah. Hingga saat ini, Tangsel mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,81, angka tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori "Sangat Tinggi" secara nasional.

Untuk Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun telah menyentuh 99,72%. Selain pendidikan, Pemkot fokus pada cakupan jaminan kesehatan gratis (Universal Health Coverage) dan pembangunan sanitasi layak di 230 RT.

"Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Tangsel juga memberikan fasilitas sertifikasi halal gratis bagi ratusan produk UMKM serta pembentukan 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal di tahun ini," tutup Asep Nurdin.