TangerangNews.com

Cegah Salah Sasaran, Andra Soni Instruksikan Dinsos se-Banten Update Data Penerima Bansos

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:08 | Dibaca : 449


Gubernur Banten Andra Soni dalam Forum Rencana Kerja (Renja) OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2027 yang berlangsung di Dinas Sosial Provinsi Banten, Rabu 11 Februari 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa akurasi data adalah harga mati dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Hal ini disampaikan dalam Forum Rencana Kerja (Renja) OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2027 yang berlangsung di Dinas Sosial Provinsi Banten, Rabu 11 Februari 2026.

Andra Soni menyoroti dinamika ekonomi masyarakat yang sangat cepat berubah, sehingga pendataan tidak boleh dilakukan secara statis atau sekali jalan.

Ia menekankan pentingnya validasi berkala. Menurutnya, status ekonomi warga sangat mungkin bergeser dalam waktu singkat, dan pemerintah harus hadir dengan data yang paling mutakhir.

“Data harus terus diperbarui. Ada masyarakat yang tadinya mapan kemudian tidak bekerja dan menjadi miskin, atau sebaliknya yang tadinya tidak berpenghasilan kini sudah bekerja. Ini semua harus di-update agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Karena itu, Andra Soni secara khusus menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten bersama Dinsos kabupaten dan kota untuk memberikan atensi khusus terhadap pembaruan data.

"Termasuk untuk memastikan setiap penerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat," tuturnya.

Tak hanya soal akurasi, Andra Soni juga mendorong adanya transformasi besar dalam skema bantuan sosial di Banten. Ia ingin bansos tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi batu loncatan menuju kemandirian ekonomi.

“Bantuan sosial harus diimbangi dengan program pemberdayaan. Kita harus memastikan bantuan yang diberikan berdampak dan mendorong kemandirian penerima manfaat," jelasnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman, menyatakan siap memperkuat kolaborasi untuk memastikan efektivitas program.

Dalam Renja 2027, isu strategis yang dibahas mencakup penanganan masyarakat pada desil 1 hingga desil 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami fokus pada akurasi data dan pemberdayaan. Salah satu langkah konkretnya adalah memberikan pelatihan menjahit hingga tata boga untuk penyandang disabilitas agar mereka memiliki keahlian,” tutup Lukman.