TangerangNews.com

Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan, Maryono Gelar High Level Meeting

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:42 | Dibaca : 34


Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan meminta kepada TPID dan OPD-OPD terkait untuk segera bersinergi dan berkolaborasi dalam langkah cepat pengendalian inflasi di Kota Tangerang saat memimpin High Level Meeting, Kamis, 12 Februari 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026.

Maryono menyampaikan, periode Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti lonjakan permintaan bahan pangan. 

Karena itu, diperlukan langkah antisipatif sejak dini agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga.

“Ramadan dan Idulfitri selalu diiringi kenaikan permintaan. Kita harus memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Maryono.

Berdasarkan Neraca Pangan Januari 2026, pasokan sejumlah komoditas strategis di Kota Tangerang terpantau aman. 

Ketersediaan beras, cabai, bawang, daging, telur, gula, hingga minyak goreng juga dinilai mencukupi kebutuhan warga.

Meski begitu, Pemkot tetap mewaspadai sejumlah potensi tantangan, seperti ketergantungan pasokan dari luar daerah, fluktuasi harga BBM, peningkatan biaya distribusi, hingga risiko gangguan rantai pasok akibat cuaca dan kepadatan lalu lintas.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, TPID Kota Tangerang memperkuat strategi 4K, yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Publik.

Selain itu, dilakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional, penguatan kerja sama dengan distributor dan daerah pemasok, serta peningkatan pengawasan guna mencegah praktik penimbunan.

“Kita ingin memastikan sistem pengendalian berjalan dari hulu ke hilir secara optimal. Jangan sampai ada spekulasi atau hambatan distribusi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Maryono menambahkan, stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

“Stabilitas harga adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Ketika harga terkendali dan pasokan aman, masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Itulah yang menjadi prioritas kami,” pungkasnya.