TangerangNews.com

Capai 143 Ribu Ton Per Hari, Pemerintah Sebut Sampah di RI Sudah Fase Krisis

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:48 | Dibaca : 51


Ilustrasi sampah plastik. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Indonesia berada dalam fase krisis sampah. Data terbaru menunjukkan angka yang mengejutkan, setiap harinya masyarakat menghasilkan sekitar 143 ribu ton sampah, namun hanya 24 persen yang mampu dikelola dengan baik. Artinya, lebih dari 108 ribu ton tak tertangani.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa secara nasional, persoalan sampah telah memasuki fase krisis.

Sampah yang ditangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus.

"Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," jelasnya, dalam peluncuran Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Kamis 12 Februari 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.

Menanggapi situasi kritis ini, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menegaskan kunci utama pemutusan rantai krisis ini ada pada unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

"Kita urusi sampah dari keluarga. Penanganan sampah tidak bisa dilepaskan dari keseharian keluarga. Kita harus ubah pola pikir dan berkolaborasi karena semua urusan negara ini ujungnya ada di keluarga," tegas Wihaji.

Krisis ini memicu reaksi cepat dari Istana. Melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan untuk turun langsung ke lapangan.

"Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih," ucapnya.

Ia juga mengajak jajaran TNI, Polri, BUMN, hingga kementerian dan lembaga untuk ikut memberikan contoh penerapan Gerakan ASRI.