TangerangNews.com

Masih Puncak Musim Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Lebaran 2026

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 13 Februari 2026 | 11:52 | Dibaca : 91


Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan kondisi cuaca dan iklim menjelang Hari Raya dan Libur Idulfitri 1447 H/2026 dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2026. 

Dalam rapat tersebut, BMKG memaparkan prakiraan curah hujan, dinamika atmosfer, hingga potensi banjir rob dan gangguan penerbangan selama periode mudik dan arus balik.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, saat ini Indonesia masih berada pada periode puncak musim hujan.

“Yang pertama perlu kami sampaikan bahwa saat ini kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari–Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Faisal dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.

BMKG memprediksi pada Februari 2026 curah hujan berada pada kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Sementara pada Maret 2026, hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Selama periode Idulfitri, sejumlah fenomena atmosfer diperkirakan masih aktif, seperti Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis, khususnya di wilayah selatan Indonesia. 

BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas hujan terutama pada minggu keempat Februari hingga minggu kedua Maret 2026.

Untuk periode 1–31 Maret 2026, kondisi cuaca diprakirakan didominasi berawan hingga hujan sedang. Pada 1–10 Maret, hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua. 

Pola cuaca serupa diperkirakan berlanjut hingga akhir Maret, meskipun BMKG menegaskan prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini.

BMKG juga mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Sumatera Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara.

Dampaknya dapat berupa turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, angin kencang, dan wind shear di area bandara.

Selain itu, potensi banjir rob pada Maret 2026 perlu diwaspadai akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut. 

Wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan.

Secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idulfitri 2026 relatif kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat. Namun, masih ada potensi hujan di sejumlah wilayah.