TangerangNews.com

Melihat Perayaan Imlek 2026 di Vihara Tjoe Soe Kong, Vihara Tertua di Banten

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 17 Februari 2026 | 19:22 | Dibaca : 44


Vihara Tjoe Soe Kong di Kecamatan Mauk, Kabupaten Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Tjoe Soe Kong, Kecamatan Mauk, Kabupaten Kabupaten Tangerang berlangsung khidmat dan disambut antusiasme oleh warga keturunan etnis Tionghoa.

‎Suasana Vihara semakin meriah dengan hiasan 500 lampion merah yang merupakan sumbangan dari para jemaat. 

‎Lampion-lampion tersebut dipasang di sepanjang altar tempat persembahyangan di vihara, menciptakan nuansa hangat sekaligus sakral.

‎Jemaat silih berganti memasuki ruang utama Vihara dengan terlihat mengenakan pakaian bernuansa merah dan emas, menyalakan dupa, serta memanjatkan doa dengan khusyuk. 

‎Beberapa keluarga juga tampak datang bersama anak-anak mereka untuk bersembahyang, memperlihatkan perayaan Imlek bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen untuk kebersamaan. 

 

Pengurus Vihara Tjoe Soe Kong, Anci mengatakan perayaan Imlek tahun ini berjalan lancar dan disambut antusiasme jemaat yang ingin memanjatkan doa. 

‎“Dari semalam umat sudah berdatangan untuk bersembahyang merayakan awal tahun. Cukup antusias dan ramai juga,” katanya pada Selasa 17 Februari 2026.

‎Ia menuturkan, jemaat yang hadir datang silih berganti dan tidak dapat dihitung secara pasti Jumlahnya, terutama saat  puncak perayaan Imlek di malam hari. 

‎Mayoritas umat memilih memanjatkan doa tepat pada saat  pergantian tahun sebagai simbol memasuki lembaran baru dengan harapan dan keberkahan.

‎"Kalau jumlah pasti jemaatnya enggak terhitung ya karena banyak sekali, biasanya jemaat sembahyang di malam Imleknya," tuturnya. 

‎Anci menjelaskan Imlek 2577 Kongzili merupakan Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai simbol keberhasilan, keberuntungan, dan semangat untuk terus maju. 

‎“Maknanya untuk meraih keberhasilan dan keberuntungan, serta ke depan bisa lebih maju lagi,” jelasnya. 

‎Menurutnya pada perayaan Imlek tahun ini, tidak ada perbedaan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap, jumlah pengunjung dan umat yang beribadah di Vihara Tjoe Soe Kong semakin meningkat.

‎“Resolusinya supaya pengunjung lebih ramai lagi untuk beribadah,” harapnya.

‎Jemaat yang datang di vihara ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Tangerang, ada juga dari daerah lain seperti Jakarta, Kota Tangerang, serta  di daerah sekitar pesisir utara Banten.

 

‎Vihara Tjoe Soe Kong dikenal sebagai salah satu vihara tertua di Banten. Anci menjelaskan keberadaan bangunan vihara ini telah ada sejak abad ke-17, seiring dengan perkembangan masyarakat Tionghoa dari Anxi, Hokkien, Tiongkok Selatan di kawasan pesisir Mauk.

‎Vihara ini memiliki 16 altar persembahan, dengan altar Tjoe Soe Kong yang merupakan dewa obat sebagai tempat utama untuk bersembahyang.

‎Bangunan vihara yang ada saat ini telah mengalami perubahan besar pada tahun 1959, namun bangunan vihara ini tetap mempertahankan ciri arsitektur khas Tionghoa klasik.

‎Dengan usia yang telah melampaui tiga abad, Vihara Tjoe Soe Kong bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan sejarah panjang masyarakat Tionghoa di Tangerang dan sekitarnya.