TangerangNews.com

Kesal Jalan Rusak Bak Kubangan, Warga Pakuhaji Tangerang Minta Tolong KDM

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 23 Februari 2026 | 21:11 | Dibaca : 45


Kondisi Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang bak kubangan, Senin 23 Februari 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, memasang spanduk protes jalan rusak dan aktivitas truk tanah di wilayahnya. 

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di Jalan Raya Pakuhaji, Senin 23 Februari 2026, terlihat sejumlah spanduk protes terbentang di bahu jalan dengan narasi yang beragam.

Beberapa diantaranya bertuliskan "Kami Masyarakat Pakuhaji Seluruh Mobil Tanah Melintas di Jalan Raya Pakuhaji" dan "Kami Taat Pajak Tapi Jalanan Kami Dibajak".

‎Selain itu, terlihat juga spanduk dengan wajah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Di spanduk tersebut, warga meminta tolong pada Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait jalan rusak tersebut.

"Kang Dedi Tolong ke Banten Jalan Raya Tangerang Utara Sudah Rusak," demikian narasi yang tertulis di dalam spanduk tersebut.

‎Selain itu, kondisi Jalan Raya Pakuhaji terlihat berlubang, berlumpur, dan tergenang air. Kendaraan bermuatan berat yang melintas di ruas jalan itu, turut memperparah kondisi jalan tersebut.

‎Beberapa lubang terlihat ditutup secara darurat menggunakan puing-puing, sementara bagian lainnya dibiarkan terbuka.

Arus lalu lintas pun menjadi tidak teratur karena para pengendara harus mengambil jalur berlawanan untuk menghindari kubangan.

‎Warga sekitar, Wawan mengatakan, aksi tersebut merupakan puncak keresahan warga atas kondisi jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki secara ideal. Ia menyebut, kerusakan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

‎"Aksi itu terkait larangan untuk truk tanah melintas (di sepanjang Jalan Raya Pakuhaji) sih, karena bisa membuat jalan rusak, terutama karena banyak korban yang jatuh," ujarnya.

‎Wawan menuturkan, Jalan Raya Pakuhaji tersebut tidak pernah mendapatkan perbaikan secara total dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. 

‎"Dalam 3 tahun itu paling ditambal sulam, itu juga 2-3 hari kemudian rusak," tuturnya. 

‎Wawan melanjutkan, sejumlah kerusakan yang terjadi pada Jalan Raya Pakuhaji membentang di sepanjang 2 kilometer. 

Ia berharap, pemerintah bisa segera melakukan pelarangan pada truk tanah supaya tidak memperparah kerusakan Jalan tersebut. 

‎"Semoga pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini, biar pengendara yang lewat nyaman," tutupnya.