TangerangNews.com

Maesyal-Intan Soroti Kualitas MBG di Kabupaten Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 27 Februari 2026 | 21:14 | Dibaca : 41


Bupati dan Wakil Bupati Tangerang mengevaluasi pelaksanaan MBG Kabupaten Tangerang yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis 26 Februari 2026 (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan peringatan keras terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan para mitranya untuk bergerak lebih cepat dalam merespons keluhan masyarakat terkait kondisi makanan.

Dalam pertemuan evaluasi di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis 26 Februari 2026, Maesyal menegaskan bahwa kualitas makanan adalah harga mati.

Ia mengingatkan bahwa program ini adalah investasi besar untuk memutus rantai masalah gizi di Indonesia.

"Kami mohon BGN dan seluruh mitra kerja, termasuk SPPG, lebih responsif menindaklanjuti laporan masyarakat. Makanan yang diberikan harus segar, bersih, dan bebas bakteri agar benar-benar memberikan kontribusi gizi bagi anak-anak," tegas Maesyal.

Untuk mendukung kelancaran operasional 170 SPPG yang ada di Kabupaten Tangerang, Pemkab berkomitmen mempermudah perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Bupati juga mengusulkan pembentukan forum koordinator SPPG guna menyederhanakan jalur komunikasi jika terjadi kendala di lapangan.

Senada dengan Maesyal, Intan Nurul Hikmah menyoroti adanya keluhan warga mengenai komposisi gizi dan fisik makanan.

Ia meminta ahli gizi di setiap dapur SPPG benar-benar bekerja ekstra dalam melakukan pengawasan sebelum makanan didistribusikan.

"Cek lagi apakah jenis dan komposisinya sudah sesuai. Jangan sampai ada makanan yang berjamur," cetus Intan.

Tak hanya soal gizi, Intan juga menitikberatkan pada variasi menu dan cita rasa. "Makan bergizi itu harus dibarengi dengan rasa yang enak agar bisa diterima anak-anak dan mereka tidak bosan," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan Iwan Dwi Susanto menegaskan komitmennya untuk menjaga standar program.

Ia memastikan BGN tidak akan memberikan makanan dengan kualitas buruk karena program ini memiliki multiplier effect yang besar bagi masyarakat.