TangerangNews.com

Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Punya 16.000 Murid Tapi Kekurangan Kurang Guru

Muhamad Yusri Hidayat | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:26 | Dibaca : 39


Mensos Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com-‎Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Syaifullah Yusuf menyampaikan program Sekolah Rakyat telah memiliki sebanyak 16.000 murid yang tersebar di 166 sekolah di Indonesia.

‎Syaifullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul menyebut untuk mengajar belasan ribu siswa tersebut, Sekolah Rakyat masih kekurangan tenaga pengajar. 

‎Menurutnya, banyaknya siswa yang putus sekolah sejak dini menjadi tantangan untuk mencari guru yang berkompetensi untuk menangani mereka. 

‎"Terus terang aja memang siswa sekolah rakyat ini istimewa tanpa ada tes akademik, bahkan sebagian di antara mereka adalah yang selama ini sudah putus sekolah, ada juga yang kelas 1 SMA yang belum bisa membaca, inilah sebenarnya tantangan guru sekolah rakyat," ujar Gus Ipul di Tangerang pada Jumat 27 Februari 2026.

‎Oleh karena itu, kata Gus Ipul, dibutuhkan tenaga pengajar yang benar-benar memiliki kompetensi yang baik untuk mengajar siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda itu. 

‎"Untuk bisa mengajar di sekolah rakyat tidak cukup tekad saja, tapi butuh kemampuan untuk mengajar siswa-siswa yang beragam latar belakang. Karena ketika mereka masuk Sekolah Rakyat latar belakangnya beda-beda, perlu empati dari gurunya, mereka harus jadi kompas moral bagi anak-anaknya, bisa juga jadi orang tua kedua," katanya. 

‎Gus Ipul menuturkan, selama belajar di Sekolah Rakyat, sudah banyak siswa yang sekarang mahir berbahasa asing. 

Pihaknya telah memastikan para guru yang mengajar di Sekolah Rakyat benar-benar memiliki kemampuan. Mereka adalah guru yang memiliki sertifikat serta sudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Juga Kementerian PAN - RB telah menyeleksi para guru yang mengajar di Sekolah Rakyat ini. 

‎"Saya percaya ini guru-guru kita ini masih muda-muda, rata-rata usianya di bawah 30 tahun, dan punya kemampuan mengajar yang memadai, dan sekarang sudah beradaptasi selama 6 bulan ini," tutupnya.