TangerangNews.com

Jamin Layak Konsumsi, Pemkot Tangsel Gandeng BPOM Uji Petik Menu MBG

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:00 | Dibaca : 48


Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau langsung dapur umum untuk program MBG di Lengkong Wetan, Serpong, Rabu 12 Februari 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat merespons aspirasi orang tua siswa terkait kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk menjamin standar keamanan pangan dari hulu hingga ke meja siswa, Pemkot Tangsel kini menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dines) Tangsel.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Kominfo TB Asep Nurdin menegaskan bahwa kesehatan setiap siswa adalah prioritas utama.

Langkah ini diambil menyusul adanya masukan dari wali murid di wilayah Pamulang dan Pondok Kacang Barat mengenai variasi dan kualitas menu yang disajikan.

"Setiap anak di Tangsel adalah bagian dari keluarga besar pemerintah kota. Perhatian orang tua kami pandang sebagai bentuk kasih sayang yang berharga bagi masa depan generasi bangsa," ujar Asep, Sabtu 28 Februari 2028.

Sebagai solusi konkret, Pemkot Tangsel akan menerapkan uji petik dan pemantauan rutin menu MBG.

"Keterlibatan kedua lembaga ini bertujuan untuk mengawasi rantai distribusi serta memastikan kelayakan konsumsi makanan di setiap sekolah tetap berada pada standar tertinggi,” ujarnya.

Langkah solutif lainnya mencakup audit kebersihan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta vendor penyedia guna memastikan protokol higiene ditegakkan tanpa celah. 

"Pemerintah Kota juga akan meninjau kembali variasi menu bersama ahli gizi agar komposisi makanan tetap memenuhi prinsip gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak, bukan sekadar pemenuhan karbohidrat semata,” terangnya.

Di sisi lain, Asep memastikan telah tersedia kanal komunikasi yang lebih responsif bagi pihak sekolah dan orang tua agar setiap kendala teknis dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan. 

Insiden ini dijadikan titik tolak untuk memperkuat sistem manajemen pangan sekolah di seluruh wilayah Tangsel, dengan fokus utama mengembalikan kepercayaan orang tua bahwa sekolah adalah tempat yang aman dalam segala aspek, termasuk konsumsi.

“Pemkot berkomitmen akan terus mendampingi dan memastikan kualitas terbaik bagi anak-anak agar mereka dapat belajar dengan tenang. Program MBG dipastikan tetap berjalan dengan penyempurnaan pengawasan yang lebih ketat, demi mewujudkan generasi Tangerang Selatan yang sehat, cerdas, dan ceria,” pungkasnya.