TangerangNews.com

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Fahrul Dwi Putra | Senin, 2 Maret 2026 | 13:56 | Dibaca : 141


Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno wafat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. Ia meninggal dunia pada usia 90 tahun dan meninggalkan seorang istri serta tujuh anak.

Kabar duka tersebut beredar melalui pesan berantai atas nama keluarga. Dalam pesan itu disampaikan bahwa jenazah akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian pesan dari pihak keluarga dikutip dari Hukum Online.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan orang nomor dua di Indonesia itu.

“Benar (Wapres Ke-6 Try Sutrisno meninggal dunia). Kita berdukacita sangat mendalam,” kata Prasetyo, dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, pemerintah telah meminta sejumlah pihak untuk memberikan perhatian penuh terhadap proses pemulasaraan hingga pemakaman almarhum.

“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik,” ujarnya.

Pemerintah memastikan prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Try Sutrisno kepada negara.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935, Try Sutrisno menapaki karier militer sejak usia muda. 

Ia tercatat pernah terlibat dalam berbagai operasi militer penting, mulai dari penumpasan PRRI, DI/TII di Aceh, Operasi Trikora, hingga Operasi Seroja di Timor Timur.

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 25 Juni 1986. 

Setahun kemudian ia menyandang pangkat Jenderal. Puncak karier militernya diraih saat diangkat menjadi Panglima ABRI pada 27 Februari 1988, menggantikan L. B. Moerdani.

Dalam Sidang Umum MPR 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI mendampingi Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998.

Menjelang akhir masa jabatan, ia menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali. Pada Sidang Umum MPR 1998, posisinya kemudian digantikan oleh B. J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

Selepas dari jabatan wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif di berbagai organisasi, termasuk memimpin Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) serta terlibat dalam kepengurusan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2022–2027.