TANGERANGNEWS.com-Tepat satu tahun perjalanan kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono.
Tidak sekadar melanjutkan program yang sudah ada, duet kepemimpinan ini berhasil mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi makro yang kokoh, menciptakan fondasi kota yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
Memasuki tahun pertama, indikator keberhasilan paling mencolok terlihat pada stabilitas ekonomi daerah. Di bawah komando Sachrudin-Maryono, pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang melesat di angka 5,35%, sebuah capaian yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.
Hal ini selaras dengan realisasi investasi yang menembus angka Rp14,9 triliun, yang didorong oleh kemudahan perizinan dan iklim usaha yang kondusif.
Laju pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh Program Gampang Sembako yang menggencarkan Pangan Murah di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
Kemudian, mendorong penguatan ketahanan pangan melalui gerakan urban farming yang melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 Kelompok Pemberdayaan Ikan.
Sepanjang 2025, program urban farming tersebut berhasil menghasilkan berbagai komoditas pangan, antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (TOGA), serta 45 ekor hewan ternak kambing dan domba.

Dampak pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung pada sektor tenaga kerja, di mana angka pengangguran terbuka berhasil ditekan secara konsisten dari yakni 5,88 persen (2025) dibandingkan tahun sebelumnya 5,92 persen (2024).
Penurunan pengangguran ini juga didukung Program Gampang Kerja, melalui Job Fair yang telah menyerap 2.034 pencari kerja selama setahun terakhir. Pemkot Tangerang juga berhasil menyalurkan 6.206 pencari kerja lewat 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di tahun 2025.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan pihaknya fokus memastikan ekonomi rakyat bergerak dari unit terkecil. Keberhasilan menekan angka pengangguran hingga di bawah 7% bukan sekadar kerja di atas kertas. Namun hasil dari keberanian menjemput bola ke perusahaan-perusahaan.
"Fokus saya sederhana, pastikan piring warga Tangerang tetap terisi dan dapur mereka tetap mengepul melalui kemudahan akses lapangan kerja," ujarnya.
Di sektor pendidikan, pasangan ini melakukan terobosan berani lewat program Gampang Sekolah, dengan memperluas subsidi sekolah swasta.
Pemkot Tangerang telah memfasilitasi sekolah swasta gratis sebanyak 65 SD swasta/MI dan 74 SMP swasta/MTs, untuk meringankan beban biaya pendidikan masyarakat. Kebijakan ini bertujuan memutus rantai putus sekolah.
Sejalan dengan itu, dana beasiswa Tangerang Cerdas senilai Rp15,3 miliar telah disalurkan kepada lebih dari 15.000 siswa dengan rincian Rp80 ribu per bulan kepada 10.446 peserta didik SD dan Rp100 ribu per bulan kepada 5.000 peserta didik SMP.
Komitmen terhadap pendidikan inklusif juga turut diwujudkan melalui fasilitasi sekolah inklusi di 53 SD dan 17 SMP. Dukungan ini diperkuat dengan BOSDA Inklusi yang berhasil memfasilitasi 1.298 peserta didik penyandang disabilitas di jenjang SD dan SMP di wilayah Kota Tangerang.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Kota Tangerang Mulyani mengatakan melalui program Gampang Sekolah tersebut pada tahun 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) Kota Tangerang meningkat dari 13,90 tahun pada 2024 menjadi 13,96 tahun.
“Melalui program ini. Pemerintah Kota Tangerang menghadirkan pendidikan yang terjangkau, inklusif, dan berkualitas, sekaligus sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” katanya.
Di bidang kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) yang menyentuh angka angka 100,71 persen pada tahun 2025, memastikan hampir seluruh warga terlindungi oleh jaminan kesehatan, yang diperkuat dengan penurunan angka stunting secara drastis dari 11,8% menjadi 8,4%.
Pembangunan infrastruktur pun tidak luput dari perhatian. Pemkot Tangerang berhasil memperbaiki 350 titik jalan lingkungan yang tersebar merata di semua kecamatan, serta melakukan rehabilitasi terhadap 700 unit rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah.
Modernisasi transportasi juga terus dipacu melalui perluasan koridor Bus Tayo dan operasional angkutan lingkungan Si Benteng yang kini menjangkau wilayah pemukiman padat.
Pencapaian satu tahun Sachrudin-Maryono ini mendapat apresiasi dari Praktisi Komunikasi dan Pengamat Kebijakan Publik Gunawan Raharjo.
Ia menilai program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako) yang menjadi bagian dari rangkuman janji kampanye difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat mulai ada perubahan dari segi presentase nya.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang pada tahun 2025 mencapai 82,41, menunjukkan peningkatan 0,88% dari 81,53 pada 2024 dan menempatkannya sebagai salah satu yang tertinggi di Banten.
"Saya sangat apresiasi dengan 10 program yang dirangkum menjadi 3 program dan dikenal 3G memberikan perubahan yang baik untuk pembangunan Kota, tahun ini harus lebih maksimal lagi dan harus lebih inovatif dan tepat sasaran" jelasnya.
Meski Gunawan memberikan catatan agar Pemkot Tangerang lebih cepat lagi dalam merespon aspirasi masyarakat, ia berharap kota yang memiliki julukan akhlakul kharimah ini semakin maju.
"Tagline melayani tiada henti bisa diaktualisasi nyata, mulai dari pelayanan bagi masyarakat, pelayanan fasilitas umum, perbaikan jalan, serta kesejahteraan dan lapangan pekerjaan," tutupnya.