TangerangNews.com

10 Kecamatan di Kota Tangerang Kebanjiran, Tinggi Air Lebih dari 1 Meter

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 8 Maret 2026 | 11:39 | Dibaca : 116


Kondisi banjir di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Minggu, 8 Maret 2026, pagi. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu, 8 Maret 2026, pagi menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik.

Berdasarkan data hingga pukul 06.30 WIB, banjir tercatat terjadi di beberapa kecamatan, antara lain Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang (BPBD) Mahdiar menjelaskan, ketinggian air di sejumlah titik bervariasi mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Utama Villa Mutiara Pluit dan kawasan Danau Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, Komplek Ciledug Indah 1 di Kecamatan Karang Tengah, serta sejumlah perumahan dan jalan lingkungan di wilayah Ciledug, Cibodas, dan Karawaci.

"Sementara di Kecamatan Larangan, terjadi tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir dan turut menyebabkan air masuk ke area permukiman," ungkap Mahdiar.

Saat ini petugas masih terus melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan. Kegiatan yang dilakukan antara lain monitoring kondisi wilayah, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum, hingga membantu mobilisasi warga di kawasan terdampak.

Mahdiar mengatakan penanganan juga dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang dengan membuat kisdam di beberapa titik rawan.

"Melalui DPUPR telah melakukan penanganan kisdam pada titik jembatan Bendungan Polor, Kali Angke serta titik Periuk Damai RW 08. Dan lainnya, masih fokus pada normalisasi dan evakuasi warga," katanya.

Selain itu, petugas juga menurunkan perahu untuk membantu proses evakuasi serta melakukan penanganan pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga.

Sebagian warga yang terdampak banjir untuk sementara mengungsi di beberapa lokasi penampungan, di antaranya di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir di Kecamatan Cipondoh yang menampung sekitar 60 kepala keluarga, serta di Masjid Ma’arif Petir dan GOR Total Persada.