TangerangNews.com

Bareskrim Sita 9 Ton Daging Impor Kedaluwarsa di Cikupa Tangerang, Diduga untuk Stok Lebaran

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 8 Maret 2026 | 21:39 | Dibaca : 5133


Video detik-detik pembongkaran mobil boks berisi daging impor kedaluarsa oleh Bareskrim Polri di Cikupa, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri menyita sedikitnya 9 ton daging beku impor yang diduga telah kedaluwarsa di wilayah Kecamatan Cikupa, Tangerang, Sabtu 7 Maret 2026. Daging tersebut diduga kuat akan didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.

Kepala Satresmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi mengonfirmasi penindakan ini dilakukan untuk mencegah peredaran pangan yang tidak layak konsumsi di tengah masyarakat.

"Satresmob Bareskrim telah melakukan penindakan terhadap seseorang yang mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk konsumsi masyarakat yang akan melaksanakan perayaan Lebaran," ujarnya seperti dilansir dari Tempo, Minggu 8 Maret 2026.

Barang bukti sebanyak 9 ton daging tersebut ditemukan dalam tiga unit truk boks saat melintas di wilayah Cikupa. Saat ini, polisi telah mengamankan barang bukti beserta terduga pelaku ke Markas Besar Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga tengah melakukan pengembangan guna mengungkap adanya kemungkinan jaringan distribusi lain yang terlibat dalam praktik peredaran daging tidak layak konsumsi ini.

Kasus ini muncul di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan daging nasional yang permintaannya melonjak drastis setiap masa Ramadan dan Lebaran.

Berdasarkan data pemerintah, kebutuhan daging nasional untuk periode ini diperkirakan mencapai sedikitnya 120.000 ton.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk melakukan importasi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menutupi kekurangan stok lokal dan mengendalikan harga di pasar.

"Stok ada sekitar 18 ribu ton, tapi mungkin kurang. Makanya kita sudah memutuskan supaya segera melakukan importasi," jelas Sudaryono dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Langkah sentralisasi impor melalui BUMN diambil agar pemerintah memiliki kendali penuh dalam mengatur distribusi dan memastikan keamanan pangan yang masuk ke Indonesia, sekaligus mencegah masuknya spekulan yang memanfaatkan momentum hari raya.