TangerangNews.com

Pelabuhan Alternatif dan Skema Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Lonjakan Pemudik di Pelabuhan Merak

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 13 Maret 2026 | 22:21 | Dibaca : 55


Sejumlah pejabat saat mengecek kesiapan mudik lebaran di Pelabuhan Merak, Banten. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang di kawasan Pelabuhan Merak, Banten.

Dalam persiapan arus mudik tahun ini, dilakukan sejumlah penguatan fasilitas pendukung, termasuk penambahan zona penyangga (buffer zone) guna mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan.

​Pemerintah juga menyiapkan sejumlah pelabuhan alternatif sebagai langkah antisipasi apabila terjadi antrean panjang di Pelabuhan Merak, termasuk penggunaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon sebagai jalur menuju pelabuhan.

​“Selain itu, ada pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai alternatif ketika kondisi antrean cukup panjang yakni Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera,” jelas Listyo saat meninjau kesiapan Pelabuhan Merak, Jumat 13 Maret 2026.

​Kapolri turut menyoroti pentingnya keberadaan pusat komando (command center) dan pusat media (media center) selama masa arus mudik.

Menurutnya, kedua fasilitas tersebut memiliki peran vital dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

​“Karena yang terpenting itu bagaimana seluruh kebijakan bisa tersosialisasi secara luas,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang turut hadir di lokasi mengatakan, peninjauan tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 143 juta orang. Namun, angka tersebut berpotensi lebih tinggi saat realisasi di lapangan.

​“Target kita tentu saja agar mudik berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat,” kata Pratikno.

​Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi sekitar 18 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada akhir Maret.

Dengan rentang waktu mudik yang cukup panjang itu, pemerintah berharap pergerakan masyarakat dapat tersebar pada beberapa hari sehingga tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

​“Kami berharap arus mudik bisa terdistribusi lebih merata karena tahun ini ada akhir pekan, kebijakan pengaturan kerja fleksibel (flexible working arrangement) bagi ASN, cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” jelasnya.

​Pratikno juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi operasional pelabuhan.

Petugas harus responsif melayani pemudik jika ada kendala di lapangan.

​“Kepada masyarakat juga kami imbau untuk selalu mengikuti informasi resmi serta arahan petugas agar perjalanan mudik berjalan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” pungkasnya.