TANGERANGNEWS.com-Menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, AirNav Indonesia memperkuat pengawasan lalu lintas udara, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), sebagai bandara tersibuk di Indonesia.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengungkapkan sejak Sabtu 14 Maret 2026, jumlah pergerakan pesawat harian di Bandara Soetta kini mencapai angka 1.183, mendekati angka saat puncak pra-pandemi yang pernah menyentuh hingga 1.300 per hari.
"Jumlahnya sudah meningkat sekitar 7% dibandingkan periode angkutan Lebaran tahun lalu (year-to-year)," ujar Setio saat konferensi pers dengan awak media di Jakarta, Senin 16 Maret 2026.
Setio Anggoro menjelaskan tantangan terbesar dalam operasional di Bandara Soetta adalah faktor cuaca . Untuk mencegah delay penerbangan akibat penumpukan pesawat di udara, AirNav menerapkan Ground Delay Program (GDP).
"Strategi ini dilakukan dengan menahan pesawat di bandara keberangkatan agar tidak terjadi holding atau antrean yang terlalu lama di udara saat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Setio.
Langkah ini didukung oleh koordinasi intensif dengan BMKG setiap pagi, untuk memantau curah hujan di Pulau Jawa yang saat ini dilaporkan mulai menurun.
Selain itu, pihaknya juga telah mengaktifkan Indonesia Network Management Center (INMC) untuk memantau perencanaan penerbangan secara intensif dari pagi hingga malam hari.
Sementara terkait gangguan layang-layang dan sinar laser dari masyarakat di sekitar Bandara Soetta, Setio mengaku hingga kini nihil laporan.
Hal ini menurutnya tak lepas dari gencarnya sosialisasi AirNav bersama Kepolisian terkait larangan bermain layang-layang.
"Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat di sekitar Bandara Soekarno-Hatta yang sudah mulai sadar kalau layang-layang dapat membahayakan keselamatan penerbangan," katanya.
Menyongsong puncak arus mudik pada 18-19 Maret, AirNav Indonesia telah menyiagakan sumber daya secara maksimal.
Dukungan operasional mencakup lebih dari 2.500 fasilitas, didukung oleh 1.700 personel Air Traffic Controller (ATC) serta 1.000 teknisi yang bekerja dalam sistem tiga shift, untuk memastikan pelayanan navigasi tetap prima selama 24 jam penuh.